Dari 48 anak yang dikirim tersebut, sebanyak 39 orang diantaranya berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMA. Sedangkan 9 diantaranya gagal ditengah jalan dan harus pulang terlebih dahulu.
‘’Dari 48 anak yang kita kirim dari Papua Selatan, sebanyak 39 berhasil menyelesaikan pendidikannya. Sementara 9 lainnya gagal dengan berbagai alasan,’’ kata Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan Aliva Koneng, S.Pd, seusai memberikan arahan kepada 39 lulusan Adem yang telah kembali ke Merauke, Kamis (11/6).
Oliva Koneng menjelaskan, 9 anak yang gagal ditengah jalan tersebut yakni 4 dari Kabupaten Boven Digoel, 2 dari Kabupaten Merauke, 2 dari Mappi dan 1 dari Kabupaten Asmat.
‘’Kami di sini hanya melakukan pendampingan. Sementara pembiayaan seluruhnya dari Kementrian Pendidikan,’’ katanya.
Oliva Koneng menjelaskan, 39 anak yang lulus tersebut selanjutnya mengikuti seleksi lanjutan untuk program Adik. Jika lulus dalam seleksi, maka nanti akan dibiayai sepenuhnya oleh Kementrian Pendidikan. Pendaftaran untuk mengikuti seleksi tersebut dilakukan langusng oleh sekolah dimana anak-anak tersebut lulus.
‘’Kalau tidak lulus dalam seleksi tahun ini, maka yang bersangkutan masih punya kesempatan 1 kali untuk mengikuti seleksi di tahun depan. Tapi, bisa juga mengikuti program beasiswa yang dilaksnaakan oleh Dinas Ppendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan,’’ katanya.
Namun demikian, Oliva Koneng menilai masih banyak dari anak-anak ini memilih jurusan tidak sesuai dengan latar belakang Pendidikan.
‘’Tapi kami berharap bahwa mereka bisa lulus untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,’’ jelasnya.
Ditambahkan, program Adem ini sangat bagus untuk Pendidikan karakter dan sebagainya, sehingga dia berharap setiap anak yang dikirim benar-benar memiliki tekad untuk belajar dengan baik sampai selesai.
‘’Jangan setengah-tengah. Tapi, betul-betul menggunakan kesempatan ini dengan baik. Karena tidak semua anak bisa mengikuti program ini, hanya mereka yang terpilih dari sekian ribu siswa yang ada di Papua Selatan,’’ pungkasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa