WAMENA-Kodim 1702/Jayawijaya yang membawahi Kabupaten Yalimo menyatakan jika pembentukan posko pemeriksaan di Jembatan Meteor masih sulit dilakukan. Sebab disana hanya jembatan dan pemukiman warga juga kurang, namun kalau posnya dibangun Distrik Benawa diyakini pengawasan terhadap jalan tikus bisa dilakukan dan juga disana ada puskesmas yang bisa membackup pelayanan kesehatan.
Menurut Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf. Candra Dianto, pasukan TNI adanya di Benawa seperti Pos Koramil, Satgas dan Koramil Satgaster ada sekitar 100 orang personel dari TNI di Distrik Benawa Kabupaten Yalimo. Kalau di jembatan meteor itu tempatnya terlalu jauh dan tak ada tempat tinggal bagi petugas yang ditempatkan disana.
“Kemarin dalam rapat Asosiasi saya sempat mengusulkan kalau untuk menempatkan personelnya di jembatan meteor itu sulit, mungkin bisa diback up oleh personel kepolisian disana, karena belum ada yang disana.”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos via selulernya, Jumat (17/7).
Candra Dianto menyatakan Pengamanan akan berlapis apabila ada posko kepolisian di jembatan meteor, namun menurutnya pintunya ada di Benawa, karena disana didukung dengan adanya puskesmas, pemukiman masyarakat juga banyak disana, sehingga bisa dijadikan pos pintu masuk yalimo melalui jalur darat.
“Di jembatan meteor itu hanya penghubung dan penduduknya sedikit sementara di Benawa merupakan distrik dan poros jalannya dilalui semua masyarakat sehingga jalan -jalan tikus ini bisa dipantau semua kalau pos pemeriksaan didirikan di Benawa.”jelasnya
Dari laporan yang diterima dari anggotanya, Kata Dandim 1702/ Jayawijaya, masuknya warga lapago melalui jalan darat sudah sangat lancar. Untuk pemeriksaan disana sementara ini terbatas kemudian juga untuk tenaga medis juga minim, dan juga belum ada sinkronisasi dengan posko lainnya yang didirikan seperti di Wosilimo tentang bagaimana cara perlakukan dan tindakan terhadap lalulintas warga keluar dan masuk ke Yalimo. (jo/tri)
Editor : Administrator