Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Industri Alkohol Terjun Bebas, Gen Z Beralih ke Kopi & Matcha

Weny Firmansyah • 2026-01-17 09:10:07

 

Ilustrasi beberapa Anak Muda sedang Nongrong di Kafe. (Canva)
Ilustrasi beberapa Anak Muda sedang Nongrong di Kafe. (Canva)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Industri minuman beralkohol global sedang kena hantam keras. Berdasarkan data BPS 2025, konsumsi alkohol penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat hanya 0,30 liter per kapita. BPS bahkan mencatat tren penurunan ini sudah berlangsung konsisten sejak 2023.

Sebagaimana dikutip dari radar malioboro.com, penurunan tersebut dipicu oleh perubahan perilaku konsumsi anak muda. Gen Z yang dulu sempat menjadi target pasar utama alkohol kini justru beralih ke pilihan yang dianggap lebih sehat, seperti kopi dan matcha. Dua minuman ini belakangan sering menjadi menu wajib ala Gen Z, baik saat nongkrong, mengerjakan tugas, maupun sekadar melepas stres.

Sekadar diketahui, Matcha adalah teh hijau bubuk yang berasal dari Jepang, terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis. Proses produksinya melibatkan perlakuan khusus, di mana tanaman teh dilindungi dari sinar matahari sebelum panen untuk meningkatkan rasa dan kualitasnya.

Ada beberapa alasan yang bikin anak muda mulai menjauh dari alkohol:

1. Gaya hidup sehat makin dominan
Pasca pandemi, tren olahraga dan pola makan bersih makin populer. Alkohol pun mulai dianggap tidak lagi relevan dengan identitas hidup sehat yang ingin ditampilkan Gen Z.


2. Harga miras makin mahal, tapi kafe makin murah dan dekat

Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, membeli alkohol terasa lebih boros. Sebaliknya, kafe kopi dan gerai matcha kini menjamur di mana-mana dengan harga yang lebih ramah kantong serta tempat yang estetik.


3. Kopi dan matcha lebih bebas stigma negatif masyarakat

Minuman non-alkohol kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus konten media sosial. Gen Z bisa nongkrong dan bikin konten kapan saja tanpa takut diasosiasikan dengan perilaku negatif.

Sejumlah produsen miras global pun mulai banting setir dengan menghadirkan produk low alcohol dan minuman non-alkohol. Tanpa inovasi tersebut, mereka terancam semakin kehilangan pasar anak muda.

Meski begitu, konsumsi kopi dan matcha juga tidak boleh berlebihan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung. Selain itu, sebaiknya pilih kopi dan matcha dengan kadar gula rendah untuk meminimalkan risiko diabetes di usia muda. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#alkohol #matcha #Ceposonline.com #anak muda #kopi