CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Dewan Presidium Pemuda Adat Tabi bersama elemen masyarakat menggelar Aksi Damai Pemuda Adat Kota Jayapura untuk menyuarakan keadilan atas insiden kekerasan yang menimpa warga sipil di Yahukimo.
Dalam aksi tersebut, ratusan massa yang membentangkan spanduk besar bertuliskan pesan tegas: “Usut Tuntas Insiden Yahukimo, Tegakkan Keadilan dan Lindungi Warga Sipil” serta mengusung tagline “Stop Kekerasan Terhadap Warga Sipil, Wujudkan Papua Damai dan Bermartabat.”
Aksi yang berlangsung tertib namun sarat ketegangan aspirasi ini menghadirkan beberapa orator utama yang menyuarakan jeritan hati masyarakat sipil Papua.
Para demonstran yang mengenakan pakaian adat serta hiasan kepala khas Papua ini secara terbuka meminta jajaran pimpinan daerah mulai dari Gubernur Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP), DPR, dan Kapolresta Jayapura Kota untuk turun langsung ke lokasi aksi demi mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung.
"Kami minta hadirkan bapak Kapolda, bapak pangdam di sini (lingkaran Abepura) dengarkan aspirasi kami. Kami juga ingin pemerintah daerah dan pusat mendengar suara kami ini," kata Alegiandro Tukayo salah satu orator saat berorasi, Senin (3/8/2026).
Alegiandro, menegaskan pentingnya kehadiran para pejabat dan pimpinan instansi penegak hukum di tengah-tengah rakyat untuk melihat langsung ketakutan serta kerugian yang dialami warga sipil akibat tindak kekerasan yang terus berulang.
Selain Alegiandro, Mama Doli Yakadewa, orator perempuan yang tampil memegang pengeras suara di depan spanduk aksi, menyuarakan pesan damai sekaligus kecaman keras terhadap penembakan dan pembunuhan warga sipil.
Sambil membentangkan poster bernada
'Papua Tanah Injil, Papua Tanah Damai, Jangan Saling Membunuh' ia mendesak agar pertumpahan darah di tanah Papua segera dihentikan.
"Hentikan segera kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil! Kami butuh kedamaian dan keadilan, bukan ketakutan yang terus-menerus," tegas Mama Doli saat berorasi.
Melalui spanduk resmi yang dipasang di area aksi, Pemuda Adat Kota Jayapura menyampaikan beberapa poin krusial yang ditujukan kepada pihak terkait untuk
memfasilitasi dan mendukung proses investigasi independen atas insiden Yahukimo, termasuk memverifikasi riwayat para korban guna memberikan kepastian informasi yang akurat bagi keluarga dan publik.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Lingkaran Abepura masih terpantau aman dan terkendali. Massa aksi masih terus melanjutkan orasi secara bergantian di bawah pengawasan aparat. (*)
Editor : Agung Trihandono