Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Kasus Malaria Masih Tinggi, Ini yang Dilakukan PMI Kota Jayapura

Priyadi Cepos Online • Jumat, 1 Mei 2026 | 10:51 WIB
Ketua PMI Kota Jayapura Rustan Saru, bersama pengurus dan peserta pelatihan mendengarkan arahan Narsum dari Dinkes Kota Jayapura dalam pelatihan penggunaan fogging dalam mencegah kasus Malaria dan DBD di aula Distrik Jayapura Utara, Jumat (1/5/2026)
(CEPOSONLINE.COM/PRIYADI)
Ketua PMI Kota Jayapura Rustan Saru, bersama pengurus dan peserta pelatihan mendengarkan arahan Narsum dari Dinkes Kota Jayapura dalam pelatihan penggunaan fogging dalam mencegah kasus Malaria dan DBD di aula Distrik Jayapura Utara, Jumat (1/5/2026) (CEPOSONLINE.COM/PRIYADI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-PMI Kota Jayapura bersama PMI Distrik Jayapura Utara menggelar pelatihan penggunaan alat fogging untuk memperkuat pencegahan malaria, dengan peserta relawan, mahasiswa perguruan tinggi, pengurus PMI, Jumat (1/5/2026).

 

Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan pelatihan ini penting agar petugas memahami penggunaan alat sesuai SOP, sehingga aman dan tepat sasaran. PMI sendiri telah menyalurkan lima unit fogging ke lima distrik.

 

 

“Kalau digunakan dengan benar, fogging bisa efektif memutus rantai penyebaran nyamuk penyebab malaria dan DBD,” ujarnya.

 

 

Ke depan, petugas akan berkoordinasi dengan Puskesmas dan pemerintah setempat untuk menentukan lokasi penyemprotan prioritas. Program ini juga akan diperluas ke distrik lain sesuai kesiapan wilayah.

 

 

Menurutnya, pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu melakukan fogging secara tepat sasaran di lapangan. Ke depan, petugas akan berkoordinasi dengan Puskesmas, lurah, serta RT/RW untuk memetakan wilayah yang membutuhkan penyemprotan.

 

 

Langkah ini dinilai penting untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit, serta menekan risiko penyebaran malaria dan demam berdarah (DBD) di masyarakat.

 

 

Ketua PMI Distrik Jayapura Utara, Muhksin Muhammad, mengakui sebelumnya alat fogging belum dimanfaatkan maksimal karena keterbatasan pemahaman teknis.

 

 

“Melalui pelatihan ini, kami harap peserta bisa mengoperasikan alat dengan benar dan membagikan ilmunya ke masyarakat,” katanya.

 

 

Langkah ini diharapkan mampu menekan kasus malaria yang masih tinggi di sejumlah wilayah Kota Jayapura.(*)

Editor : Weny Firmansyah
#Pmi kota jayapura #kota jayapura #rustan saru