Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Ketua DPR Papua Desak Pembenahan dan Dukungan Anggaran RS di Tengah Sorotan Kasus Irene Sokoy

Karolus Daot • 2025-11-27 12:01:46

 

Ketua DPR Papua, Denny Hennry Bonai(CEPOSONLINE.COM/KAREL)
Ketua DPR Papua, Denny Hennry Bonai(CEPOSONLINE.COM/KAREL)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Sorotan terhadap buruknya pelayanan kesehatan di Papua kembali mencuat setelah serangkaian kasus penolakan pasien yang berujung kematian, termasuk tragedi meninggalnya Irene Sokoy beserta bayi dalam kandungan.

 

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua DPR Papua, Denny Hennry Bonai meminta perhatian serius dari semua pihak, terutama pemerintah daerah di seluruh tanah Papua untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit.

 

Menurut Denny, rumah sakit-rumah sakit di Papua khususnya di Kota Jayapura selama ini menjadi pusat rujukan kesehatan bagi masyarakat dari berbagai wilayah.

 

Namun, keterbatasan anggaran daerah dan meningkatnya jumlah pasien membuat layanan kesehatan semakin tertekan.

 

"Rumah sakit di Papua ini bukan hanya melayani warga Jayapura atau Papua Induk, tetapi juga pasien dari wilayah pemekaran lainnya”

 

“Karena itu, dukungan anggaran dari pemerintah daerah di luar Papua induk sangat dibutuhkan," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/11/2025).

 

Ia menjelaskan, situasi keuangan daerah yang sedang menurun berdampak signifikan pada alokasi anggaran sektor kesehatan. Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah sakit mengalami keterbatasan dalam operasional maupun pengembangan layanan.

 

"Memang kita tidak bisa pungkiri bahwa fiskal daerah menurun. Itu pasti berdampak pada kesehatan. Karena itu, perlu dukungan dari pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah pemekaran agar layanan tidak terhambat,"tegasnya.

 

Denny juga meminta manajemen rumah sakit untuk melakukan pembenahan internal, terutama dalam pengelolaan anggaran. 

 

Ia menekankan perlunya evaluasi kinerja layanan kesehatan secara menyeluruh di penghujung tahun, agar persoalan serupa tidak kembali muncul.

 

"Pimpinan dan manajemen rumah sakit harus mampu mengelola keuangan dengan baik dan fokus pada kebutuhan prioritas. Evaluasi akhir tahun itu wajib agar pelayanan tahun berikutnya lebih baik," ujarnya.

 

Denny juga menyoroti kehadiran RSUP Jayapura yang dinilai sudah cukup lengkap dan representatif sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di tanah Papua.

 

Menurutnya, fasilitas tersebut harus mampu berperan sebagai motor utama peningkatan layanan kesehatan, terutama bagi Orang Asli Papua (OAP).

 

"Kehadiran RSUP Jayapura harus menjadi penggerak utama. Fasilitasnya lengkap, representatif, dan harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu layanan, khususnya bagi OAP," ujar Denny.

 

Ia menegaskan, tragedi yang menimpa Irene Sokoy harus menjadi pelajaran besar bagi seluruh fasilitas kesehatan di Papua. Menurutnya, keselamatan pasien adalah prioritas tertinggi yang tidak boleh dikalahkan oleh urusan administratif.

 

"Semoga kejadian almarhumah Irene Sokoy menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa keselamatan pasien adalah hukum tertinggi. Administrasi tidak boleh mengorbankan nyawa," pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#Irene Sokoy #Ceposonline.com #kota jayapura