Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Bangkit Dari “Kematian” Usai Terjerat Judi Online

Erianto Pasae • 2024-10-08 17:36:55
Ilustrasi seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental.
Ilustrasi seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental.

 

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pecandu judi online tumbuh subur. Padahal masalah sosial yang meresahkan masyarakat itu memiliki dampak yang bisa berujung pada kasus kematian dan menjadi tragedi yang memilukan.

Kasus bunuh diri buntut dari judi online mulai marak terjadi di Indonesia, bukti nyata untuk membuka mata masyarakat agar sadar ancaman nyata judi online.

Cristhian salah satu korban nyata judi online. Pria berusia 32 tahun dengan profesi jurnalis di Kota Jayapura itu nyaris kehilangan nyawa usai melakukan percobaan bunuh diri.

Untungnya, nyawanya masih tertolong setelah melewati perawatan intensif di RS Marthen Indey di Kota Jayapura pada 4 April 2024.

Kini, Cristhian telah meninggalkan kehidupan kelam itu. Sekaligus memberikan kisah inspiratif yang menawarkan secercah harapan. Seorang pecandu yang berhasil bangkit dari keterpurukannya dan membangun kehidupan baru.

Kiprah kelam ke lubang hitam ini berawal dari pengalaman pahit Cristhian, seorang pemuda yang terjerumus ke dunia judi online. Bermula sekadar hiburan, namun permainan yang menjanjikan keuntungan instan ini justru mencengkeram dirinya.

Niat merantau ke Bumi Papua dengan harapan mengubah nasib. Namun justru terjerumus ke dunia perjudian online yang mengubur seluruh harapan besarnya.

Tahun 2017 adalah awal mula Cristhian mengenal judi online. Ia secara tidak sengaja terjerumus ke dunia judi online. Pergaulan serta pengaruh lingkungan turut berandil membawanya ke dunia judi online.

“Dari awal sama sekali tidak ada niat yang namanya main judi online. Ya karena itu, terpengaruh teman dan lingkungan yang main judi online sampai akhirnya tergiur,” ungkap Cristhian kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Senin (7/10).

Keinginan untuk menang terus menggerogoti pikirannya. Awalnya judi bola, kemudian mencoba judi lainnya seperti qiu-qiu, poker serta slot.

Seiring berjalannya waktu, Cristhian akhirnya benar-benar menjadi maniak judi online. Dirinya dibuat buta. Profesinya sebagai wartawan pun tak ditekuni. Judi online tak bisa lagi ia tinggalkan.

Akibat kecanduan, keuangan Cristhian berantakan. Tabungan terkuras habis untuk tetap bermain judi. Ironinya, Cristhian yang kerap menulis tentang bahaya judi online pun tak bisa lepas dari giuran yang ditawarkan judi online.

“Mungkin karena efek dari kecanduan. Pengin punya banyak uang secara instant. Kaya tanpa harus capek-capek kerja. Sampai akhirnya kecanduan untuk main terus. Kedua, karena pengaruh lingkungan dan teman-teman,” ujarnya.

Sempat menyerah, karena tak punya apa-apa lagi. Gajinya setiap bulan hanya habis untuk deposit. Situasi itu sempat membuat dirinya meninggalkan judi online. Sayang hanya berusia jagung, sekira empat bulan dia kembali terjerat.

“Sempat tidak main judi online sama sekali karena pengin berhenti. Tapi sekitar awal tahun 2022, main lagi yang namanya slot atau pragmatic itu karena lihat teman-teman main,” ucapnya.

Judi online tak selalu buntung, kebahagiaan pernah membuncah saat jackpot hingga Rp 50 juta. Sayang, uang itu tak bertahan lama dan kembali habis di meja judi.

“Kalau ditotal semuanya, ya lebih banyak kalah. Banyak sekali kalahnya. Walaupun memang pernah akhir tahun 2023 lalu sempat dapat sekitar kalau ditotal sampai Rp 50 jutaan hanya dalam 3 hari, tapi ya itu habis juga dipakai main lagi,” bebernya.

Sadar kalau sudah kecanduan, tapi seakan tidak memiliki kuasa atas dirinya. Ia pun mulai bertaruh semakin besar. Di titik nadir kehidupannya, Cristhian bahkan pernah menggunakan uang orang lain untuk memuaskan kecandunya itu.

Merasa telah kehilangan segalanya, dengan gelap mata, ia dengan tekad besar ingin mengakhiri hidupnya dengan meneguk cairan lantai. Untung masih bisa diselamatkan.

“Sebelumnya saya main pakai uang saya sendiri. Hanya yang terakhir itu saya khilaf main pakai uang orang lain. Saya berdosa sekali. Betul-betul berdosa. Saya sudah kehilangan semuanya karena judi online. Semuanya yang pernah saya punya, hilang,” cakapnya.

“Sudah sampai di tahap stress. Depresi berat. Kalah terus, tidak pernah sama sekali punya uang. Tidak punya tabungan. Lebih parahnya lagi, main judi online pakai uang yang bukan uang saya sendiri. Saya menggelapkan uang orang lain. Saya merasa sudah gagal jadi manusia. Pikiran saya sudah kosong. Saya tidak mau dipenjara, maka itu saya lebih memilih untuk bunuh diri dengan cara minum cairan pembersih lantai untuk menyelesaikan masalah,” sambungnya.

Kehidupan Kedua

Peristiwa kelam itu menyadarkannya. Dia menyalahkan dirinya atas keputusan yang ia ambil kalah itu. Andai ia tak cepat ditemukan di kamar kos, mungkin ia kini masuk dalam daftar sederet nama korban meninggal akibat judi online.

“Sangat bersyukur sekali. Alhamdulillah. Ya walau pun saat itu saya sendiri sempat marah karena ditolong. Niat saya karena memang pingin bunuh diri,” tuturnya.

Dia bersyukur masih bisa tertolong. Walaupun hati kecilnya menyimpan rasa malu yang begitu besar.
“Saya ditolong oleh teman-teman, saudara-saudara yang sudah saya kecewakan. Saya tahu mereka sangat marah sekali, tapi saya bersyukur dan terima kasih karena sudah ditolong,” katanya.

“Saya tahu ini kesempatan kedua yang diberikan Tuhan supaya saya berhenti. Saya diselamatkan dari kematian supaya tetap hidup agar menjadi orang yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Ia merasa seperti terombang-ambing di lautan keputusasaan, tanpa arah dan tujuan. Namun, secercah cahaya harapan masih menyala di hatinya. Ia berbekal tekad baja untuk bangkit dari keterpurukan dan menata kembali hidupnya.

 

Berhenti Sebelum Terlambat

Momen menyedihkan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Cristhian merasa bersalah dan malu atas apa yang telah diperbuatnya. Ia bertekad untuk keluar dari jeratan kecanduan dan memperbaiki hidupnya.

Baginya, perjudian online bagaikan labirin yang menjebaknya selama bertahun-tahun. Ketika ia berhasil mengatasi masa lalu dan menggali sumur harapan, dirinya kini mulai merangkul asa baru.

Pasca kisah kelam itu, sehari usai menjalani rawat inap, tepat pada 10 April 2023 silam ia dengan terpaksa harus melangkahkan kaki keluar dari Kota Jayapura dan kembali ke tanah kelahiran di Pulau Jawa untuk memulai harapan baru. Sekaligus meninggalkan pekerjaanya.

“Karena sudah merasa sangat malu dan berdosa sekali. Sudah terlalu sering saya bikin kecewa orang. Saya tahu dengan pindah ke Jawa saya tidak bertanggungjawab sama masalah yang saya buat sendiri,” ungkapnya.

Dia mengaku judi online benar-benar memporak porandakan kehidupannya kala itu. Kini ia sedang menata kehidupan baru menjadi manusia yang lebih baik.

Enam bulan sudah berlalu pasca percobaan bunuh diri, pria yang kini berusia 32 tahun itu menuturkan benar-benar menyesal pernah mencoba perjudian online yang nyaris merebut nyawanya.

“Sudah tidak sama sekali. Sejak percobaan bunuh diri itu, saya tidak pernah main judi online lagi. Tidak pernah ada niat juga sedikit pun untuk mencoba main lagi,” bebernya.

Dia kini menjalani hidup normal, kesehariannya dilalui dengan hal-hal positif seperti berolahraga misalnya. Dia tak menyangka kehidupannya yang baik-baik saja kala itu hancur akibat judi online.

“Syukur sudah 6 bulan ini berhasil tidak kecanduan atau berhubungan dengan apa pun yang namanya judi online,” ujarnya.

Dirinya berpesan kepada masyarakat yang masih aktif bermain judi online untuk berhenti sebelum terlambat. “Saya sudah kehilangan semuanya karena judi online. Pekerjaan, keluarga, saudara, dan teman. Benar-benar hancur lebur. Saya tidak mau ini terjadi kepada orang lain lagi,” pesannya.

“Berhenti sekarang atau semakin sengsara. Tidak pernah ada kemenangan atau kekayaan dari judi online. Sama sekali tidak ada dan tidak akan pernah ada,” pungkasnya.

Diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika terus meningkatkan upaya pemberantasan judi online. Sejak 17 Juli 2023 hingga 17 September 2024, Kementerian Kominfo telah memutus akses 3.383.000 konten perjudian guna menciptakan ruang digital yang aman dan bersih dari praktik ilegal. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#Judi online #Ceposonline.com #RS Marthen Indey Jayapura #kominfo