Sebagaimana yang sedang dilakukan oleh Kolakops Rem 172/PWY dalam penanganan konflik Papua, agar dapat dihindari hal-hal yang berpotensi kontraproduktif.
“Semua yang ada di Papua harus berupaya untuk menyelesaikan konflik yang sampai saat ini masih belum terselesaikan secara tuntas,” ucap Danrem dalam arahannya kepada anggota di Rindam XVII/Cenderawasih, Jumat (11/9).
Dirinya juga mengingatkan anggota untuk melaksanakan tugas dengan pendekatan yang selaras dengan upaya penanganan konflik yang sedang dilakukan. Sebagaimana Kolakops Rem 172/PWY sedang mengembangkan pendekatan komprehensif dengan mengedepankan pendekatan kesejahteraan, agama, budaya, kesetaraan, hukum dan HAM, serta pelestarian lingkungan hidup, yang dilakukan dengan pembinaan teritorial secara berkesinambungan dan terpadu bersama Pemda dan operasi lain yang tergelar di Papua.
Dijelaskan, dalam pendekatan kesejahteraan, kegiatan difokuskan pada upaya membantu Pemerintah Daerah setempat untuk mengentaskan kemisikinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan sumber daya manusia. Semua itu akan dapat dilakukan apabila ditopang oleh stabilitas keamanan.
“Pendekatan budaya dan agama, dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal yang berlaku di daerah setempat, dalam berkomunikasi sosial dengan masyarakat, penyelesaian masalah sosial, pengembangan potensi daerah, termasuk pemberdayaan masyarakat untuk ikut serta dalam penyelesaian konflik Papua,” terangnya.
Sementara pendekatan kesetaraan dilakukan dengan membangun rasa bangga, rasa terhormat, memiliki harga diri, keyakinan dan harapan orang Papua sebagai bagian integral dari NKRI. Hal itu sangat penting untuk membangun wawasan kebangsaan dan rasa cinta kepada bangsa dan negara Indonesia, serta pendekatan hukum dan HAM dilakukan dengan berlaku adil sesuai dengan peraturan perundangan yang yang berlaku, sehingga semua orang baik Orang Asli Papua (OAP) maupun masyarakat pendatang (Non OAP) memahami kehidupan berbagsa dan bernegara yang dilandasi oleh hukum yang berlaku di Indonesia.
“Dalam pelaksanaan tugas hindari terjadinya anggota yang gugur atau celaka, jangan menyakiti rakyat dan perkuat sinergitas dengan Kepolisian sebagai sesama rekan seperjuangan. Jadilah perekat bagi persatuan dan kesatuan Nasional. Selalu waspada dan jangan lengah dalam situasi apapun, serta laksanakan tugas secara professional,” tuturnya.
Terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak, Danrem meminta agar prajurit selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Kepolisian dan semua pihak yang terkait, tetap jaga netralitas TNI dan antisipasi hal-hal yang berpotensi menggangu pelaksanaan Pilkada. (fia/wen) Editor : Administrator