Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Jangan Anggap Covid-19 Hanya Isu Politik atau Akal-akalan

Administrator • Senin, 6 Juli 2020 | 07:25 WIB
Ir.H.Rustan Saru, MM. (Priyadi/Cepos)
Ir.H.Rustan Saru, MM. (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., mengatakan terhitung sejak tanggal 4 Juli 2020, pemerintah Kota Jayapura telah memberikan kebijakan kelonggaran waktu lebih 1 jam dari batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya.


Dengan diberikan kelonggaran batas waktu selama satu jam dari yang sebelumnya aktivitas hanya sampai pukul 17: 00 WIT kini sudah sampai 18:00 WIT.


  Untuk itu, masyarakat harus bersyukur dan tetap menaati aturan tersebut, karena pemerintah juga tidak melakukan sweeping seperti dulu lagi, yang penting masyarakat bisa  dengan sadar diri dan disiplin dalam menerapkan protokol Kesehatan.


  "Kita harap masyarakat jangan kepala batu, ikuti aturan pemerintah, karena jika tidak mau menurut kasus Penyebaran Covid-19 masih tinggi, dana pemerintah sudah habis maka yang rugi warga sendiri, karena selama ini penanganan Covid-19 masih jadi tanggung jawab pemerintah,"ungkapnya.


Oleh karena itu, wabah Corona dan Masalah perekonomian seperti dua sisi mata uang, jika pemerintah tidak lakukan penanganan secara cepat, tepat dan akurat, maka yang kasihan adalah warga yang terkena positif Corona memiliki gejala penyakit tentu ini bisa malah mendukung penyakit itu sulit untuk disembuhkan bahkan bisa mengalami meninggal dunia, ada juga  yang tidak ada penyakit atua orang  tanpa gejala namun positif Covid-19 ini bisa cepat disembuhkan yang penting imunitas tubuh terjaga, namun tetap bahaya juga karena ini bisa menularkan kepada yang lain yang kasihan bagi yang ada gejala penyakit, bagi orang tua dan anak-anak.


"Kalau kita fokus tangani virus Corona, dengan aturan yang ketat, tentu perekonomian juga semakin terpuruk, jadi kita dalam mengambil keputusan harus Arif dan bijaksana, serta melihat dari sisi kemanusiaan maupun keselamatan,"jelasnya.


Oleh karenanya, jika masyarakat masih kepala batu, bandel, pemerintah berharap kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda maupun paguyuban, supaya bisa menjadi perpanjangan tangan  kepada warganya untuk bisa membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


"Virus Corona jangan dianggap politik atau akal-akalan saja, kalau ini memang benar silahkan masyarakat datang ke Hotel Sahid tidak pakai masker, tidak usah cuci tangan, jangan jaga jarak, layani pasien yang ada di sana, lalu pulang ke rumah bertemu dengan keluarga, apakah nanti terkena virus Corona atau tidak, kalau yang terkena yang bersangkutan silahkan, tapi kalau sampai suami atau istri, keluarga dekat apa tidak kasihan, jadi masyarakat jangan berpikir aneh-aneh dulu, karena Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura bekerja juga diawasi oleh semua stakeholder,"tegasnya.


Diakui, Pandemi penyebaran virus Corona, dirasakan di seluruh dunia, banyak negara yang bisa melalui virus ini karena protokol kesehatan ini dilakukan, namun jika warga Kota Jayapura tidak ada yang menerapkan protokol kesehatan virus ini tidak mungkin bisa hilang dengan sendirinya, sebelum vaksin ini bisa ditemukan yang ditargetkan pada awal tahun 2021.


Dan di negara-negara besar korban meninggal dunia akibat virus Corona juga banyak, di Papua khususnya Kota Jayapura masih bisa ditekan karena Tim Medis berjibaku merawat pasien dengan usaha dan kerja keras, tapi kalau mereka sudah lelah, sudah menyatakan terserah tentu masyarakat sendiri yang akan rugi. (dil/wen)

Editor : Administrator