JAYAPURA – Momen 1 Desember sering disebut-sebut sebagai hari ulang tahun bangsa Papua yang ingin memerdekakan diri. Hanya terkait perayaan ini sejatinya tidak semua diketahui oleh publik. Yang paling paham hanyalah kelompok yang ingin memerdekakan diri dengan aparat keamanan. Namun yang terjadi, publik terus menerus disajikan dengan isu 1 Desember yang seolah-olah mencekam dan akan terjadi sesuatu. Informasi berulang setiap tahun dan menjadi persoalan yang seharusnya tak membuat kekhawatiran bagi publik.
Terkait ini mantan Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda secara tegas memastikan bahwa tak akan terjadi apa-apa pada 1 Desember. Pertama alasannya adalah hari itu jatuh pada hari Minggu dimana seluruh umat kristiani akan melakukan ibadah dan seluruh masyarakat yang beragama kristen mulai mempersiapkan diri untuk memasuki bulan natal. “Saya sampaikan kepada semua rakyat Papua, saya pikir tak perlu lagi membicarakan bahwa di Papua tanggal 1 akan terjadi ini akan terjadi itu dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sebenarnya ada apa dengan 1 Desember sehingga seperti ada pihak yang terlihat panik,” sidnir Yunus Wonda melalui ponselnya, Rabu (27/11).
Yunus yang kenyang dengan isu keamanan meyakini bahwa pada 1 Desember tak akan terjadi apa-apa. Karenanya tk perlu awal bulan ini didramatisir seolah-olah akan terjadi sesuatu yang mengganggu situasi keamanan. “Saya juga melihat aparat mulai melakukan penambahan pasukan saya pikir stop sudah yang begini-begini. Rakyat akan menilai bahwa sebenarnya siapa yang panik. Kalaupun ada hal-hal yang cukup menonjol cukup atasi sendiri, jangan rakyat dilibatkan untuk berfikir dan menafsirkan sesuatu yang berlebihan,” paparnya.
Ia meminta para pihak tidak membuat sesuatu yang justru memberi kesan bahwa Papua tegang dan memberi kesan bahwa Papua mulai merah. Hentikan bermain dan memprovokasi di media sosial apakah itu topeng terang, topeng gelap lalu mengerahkan ribuan pasukan. “Saya pikir ini tidak perlu. Kita sendiri yang ciptakan situasi dan saya meyakini 1 Desember tidak akan terjadi apa-apa, sebab itu jatuh pada hari minggu. Jangan justru para pihak yang menciptakan bahwa kondisi di Papua seperti mencekam,” imbuhnya.
Yunus meminta jangan membuat isu yang meresahkan sebab tidak semua masyarakat mau berfikir soal 1 Desember namun yang terjadi tiba-tiba muncul informasi jika para menteri mulai berdatangan, aparat ditambah sehinga pertanyaannya sebenarnya siapa yang membuat situasi seperti mencekam. “Hari itu adalah waktu untuk beribadah bagi umat kristiani dan kita semua wajib menghormati waktu masuknya bulan natal dimana ada kasih untuk semua dan bukan kebencian apalagi ketakutan,” pungkasnya. (ade/wen)
Editor : Administrator