Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Semakin Berwarna  di Tahun Babi Tanah

Administrator • 2019-02-06 02:45:50
Photo
Photo

Warga Tionghoa memberikan Angpao ke barongsai saat Tahun Baru Imlek 5 Februari 2019 berlangsung di Vihara Arya Dharma, Skyland, Jayapura kemarin.( FOTO : Takim/Cepos)


JAYAPURA – Masyarakat Tionghoa di Jayapura dan sekitarnya merayakan Tahun Baru Imlek 5 Februari di Vihara Arya Dharma, Skyland, Jayapura. Dimana Tahun 2019 adalah tahun baru Imlek ke 2570 yang merupakan peralihan dari tahun Anjing Tanah menjadi Tahun Babi Tanah.


Ketua Yayasan Vihara Arya Dharma, Tedy Wandiyanto mengatakan perayaan tahun baru imlek merupakan hari terpenting bagi orang Tionghoa, dimana dengan merayakan perayaan tahun baru imlek tersebut sebagai satu momen mengenang awal musim semi di tanah Tiongkok.


“Ini merupakan perayaan tiap tahun yang dilakukan oleh ras Tionghoa dimanapun berada, sementara bagi kami yang merantau ini juga merupakan momen untuk mengingat tanah kelahiran kami makanya kami berkumpul disini sejak jam 12 kemarin,”kata Tedy Wandiyanto kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Vihara Arya Dharma, Skyland  Selasa (5/2) kemarin.


Tedy mengakui untuk Tahun Baru Imlek merupakan pergeseran dari Shio Anjing Tanah ke Shio Babi Tanah. Dimana makna dari Shio Babi ini merupakan warna-warni kehidupan yakni, ada yang baik dan juga kurang baik.


“Saya selalu tekankan dalam setiap ibadah untuk semua tergantung pada diri masing-masing, karena semua hari-hari itu tidak ada yang tidak baik namun kembali lagi kepada keperibadian seseorang,”ujarnya.


Untuk mengisi perayaan tersebut banyak rangkaian perayaan yang dilakukan orang Tionghoa dalam menyambut tahun baru Imlek, seperti salah satunya adalah tarian barong sai.


Dimana Tarian naga dan tarian singa adalah pertunjukan tradisional untuk festival yang menggembirakan dan acara-acara besar untuk meningkatkan suasana pesta . Diyakini secara tradisional, pertunjukan tarian naga atau singa (selama Festival Musim Semi) adalah cara berdoa untuk keberuntungan dan mengusir roh jahat.


Selain tarian barong sai Angpao juga merupakan salah satunya, dimana Amplop berwarna merah diberikan untuk mendapat keberuntungan dan menjauhkan diri dari hal buruk. Sebagai upaya menjauhkan diri dari setan, menurut banyak legenda, roh-roh jahat takut merah, dan masih banyak juga tradisi yang lainnya.


Mengapa setiap tahun baru Imlek dikaitkan dengan hewan yang berbeda ? karena Sejak zaman kuno, orang-orang Tiongkok telah menggunakan hewan Zodiak Tiongkok (Shio) untuk mewakili tahun-tahun itu. Setiap tahun lunar terkait dengan hewan zodiak, dimulai pada Tahun Baru Imlek, Ke-12 hewan zodiak terulang pada siklus 12 tahun.(kim/wen)

Editor : Administrator