JAYAPURA – Perhelatan PON tahun 2020 di Papua dipastikan membutuhkan banyak hal termasuk sesuatu yang kecil namun tetap dibutuhkan yakni makanan, lauk pauk dan sayuran. Tiga hal ini perlu dipersiapkan untuk menjamu ribuan peserta PON nanti. Jika Merauke bisa memastikan stok beras lalu Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura memastikan ketersediaan ikan ataupun daging, maka menurut salah satu anggota Komisi II DPRP, Jhon Gobay di Jayapura saat ini ada banyak masyarakatnya yang merupakan masyarakat urban.
Dengan jumlah yang cukup banyak, ia meyakini jika diberdayakan maka masyarakatnya bisa mengambil peran untuk ikut berbicara dalam ketersediaan sayur mayur. "Jadi ini pikiran saya saja. di Jayapura masyarakat dari suku Mee ini kehidupan sehari - harinya adalah bertani. Talenta mereka disitu dan jika diberi kesempatan saya yakin mereka siap untuk membantu," kata Jhon Gobay pekan kemarin.
Jhon menyebut bahwa masyarakat Lapago-Meepago ini aslinya bekerja bertani, kemampuannya sebagai petani tak diragukan, tinggal bagaimana adalahan yang disiapkan untuk digarap dan dengan waktu yang terjadwal, hasil perkebunan tersebut diambil atau dibeli oleh pemerintah melalui dinas terkait. Namun soal lokasi menurut Jhon Gobay ini tak lepas dari Ondoafi atau para pemilik ulayat sehingga mau tidak mau harus dilibatkan.
"Maksud saya jika ada lahan yang bisa dipinjamkan lalu dibuatkan perjanjian tertulis agar tak jadi masalah itu lebih baik. Masyarakat dari Lapago Meepago ini menggarap lahan tersebut untuk kebutuhan sayur dan hasilnya dibeli," bebernya. Untuk lokasinya, Jhon Gobay sempat menyebut lokasi Arso, Koya atau daerah Sentani Barat. "Yang penting pemerintah mau memberdayakan, saya pikir masyarakat saya ini sangat siap untuk hal-hal semacam itu," pungkasnya. (ade/wen)
Editor : Administrator