Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Bupati Keerom Minta Masyarakat Memilih Kepala Kampung yang Bisa Bangun Kampung

Erianto Pasae • Senin, 6 Juli 2026 | 09:19 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager usai melakukan penandatanganan kesepakatan bersama Forkopimda di Gedung Pramuka, Kampung Asyaman, Distrik Arso, pada Jumat (3/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)
Bupati Keerom, Piter Gusbager usai melakukan penandatanganan kesepakatan bersama Forkopimda di Gedung Pramuka, Kampung Asyaman, Distrik Arso, pada Jumat (3/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO)

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager, meminta masyarakat untuk memilih calon kepala kampung yang tepat dan benar-benar memiliki kemampuan untuk membangun kampung.


Tahun ini, sebanyak 65 kampung di Kabupaten Keerom akan melaksanakan pemilihan kepala kampung serentak pada bulan Agustus. 


Dari jumlah tersebut, 59 kampung akan menggelar pemilihan secara langsung, sementara 6 kampung lainnya menggunakan mekanisme Pemilihan Antarwaktu (PAW).


Menurut Bupati Gusbager, perkembangan Kabupaten Keerom secara keseluruhan sangat bergantung pada kemajuan di tingkat kampung. Ia mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan pemilihan ini agar terpilih pemimpin yang berkualitas.


“Kemajuan Kabupaten Keerom diawali dari kampung. Kampung yang mandiri, sehat, dan makmur akan berdampak besar untuk kabupaten ini. Mari kita kawal sama-sama untuk memilih orang yang tepat dan memenuhi syarat, serta memastikan pelayanan masyarakat terlaksana sesuai amanat undang-undang,” ungkap Bupati Gusbager saat membuka rapat Forkopimda di Gedung Pramuka, Kampung Asyaman, Distrik Arso, pada Jumat (3/7/2026).


Untuk mewujudkan harapan tersebut dan memastikan pemimpin yang terpilih adalah orang yang tepat, Bupati Gusbager menekankan dua hal penting selama proses tahapan pemilihan.


Pertama, kata Bupati Gusbager, Pemerintah membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan mencegah konflik di lingkungan masyarakat.


“Pemda Keerom tidak bisa bekerja sendiri. Itu sebabnya kita mengumpulkan mitra penting di Keerom untuk membicarakan, membahas, dan mencermati terkait pemilihan kepala kampung,” ujarnya.


Kedua, bupati dua periode itu mengingatkan potensi pelanggaran hukum jika proses ini tidak dikawal dengan baik.


“Karena di dalamnya melibatkan masyarakat, maka ada potensi terjadinya gesekan dan bisa menimbulkan tindakan melawan hukum. Itu sebabnya kita berkumpul untuk memastikan komitmen kita hari ini dalam mengawal pemilihan kepala kampung Agustus mendatang,”katanya.


Selain itu, Bupati Gusbager juga meminta agar seluruh pihak tertib dalam mengurus kelengkapan berkas pendaftaran agar tidak terjadi kesalahan administrasi.


“Ada kasus pemalsuan administrasi pada pemilihan kampung sebelumnya, sehingga saat ini ada kampung yang tidak memiliki kepala kampung. Catatan ini harus menjadi evaluasi untuk pembelajaran. Saya berharap proses hari ini menjadi titik awal, dan ini harus dilakukan secara hati-hati,” jelasnya.

  
Bupati Gusbager berharap pemilihan kepala kampung bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan kepala kampung yang benar-benar bisa membangun kampung masing-masing. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#KEEROM #Piter Gusbager