Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Bupati Keerom Tegaskan Penolakan Miras Menjadi “Menu” Utama

Erianto Pasae • Senin, 6 Juli 2026 | 09:17 WIB
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat memberikan penegasan dalam arahannya di lapangan Swakarsa, Sabtu (4/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).
Bupati Keerom, Piter Gusbager saat memberikan penegasan dalam arahannya di lapangan Swakarsa, Sabtu (4/7/2026). (CEPOSONLINE.COM/ERIANTO).

CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Bupati Keerom, Piter Gusbager  tidak pernah berhenti menyuarakan penolakan minuman keras (miras) dan ganja di Negeri Tapal Batas, Keerom.


Diketahui, Kabupaten Keerom merupakan salah satu daerah di Tanah Papua yang begitu keras menolak miras dan ganja.


Di bawah kepemimpinan Bupati Keerom, Piter Gusbager, Pemkab Keerom terus bertransformasi di semua aspek. Salah satunya menciptakan generasi yang hebat tanpa miras.


“Mari kita bangun Keerom dan selamatkan generasi muda dari miras dan ganja,” tegas Bupati Gusbager kepada awak media saat ditemui di lapangan Swakarsa, Kampung Asyaman, Distrik Arso, Sabtu (4/7/2026).


Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu meminta seluruh kepala kampung di wilayah Keerom untuk memastikan tidak ada peredaran miras dan ganja di tengah-tengah masyarakat.


“Kampung-kampung yang sering ada anak-anak palang-palang, mabuk-mabuk, miras, dan seterusnya itu tolong bereskan,” ujarnya.


Menurut Bupati Gusbager, Kabupaten Keerom terus mengalami perubahan. Namun miras dan ganja masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibereskan.


“Keerom ini sudah lebih baik, tapi masih ada anak-anak kita yang sering membuat onar di pinggir jalan dengan berbagai macam alasan. Orang tidak akan ke Keerom kalau dari mulut ke mulut orang bilang masih banyak orang mabuk di Keerom,” ucapnya.


“Kalau masih ada peredaran penjualan miras di kampung, saya beranggapan bahwa kepala kampung turut memberikan angin segar,” sambungnya.


Bupati Gusbager bahkan tak segan-segan mencopot para kepala kampung yang membiarkan peredaran miras di kampung.


Alumnus The University of Melbourne, Australia itu juga meminta seluruh masyarakat ikut mengkampanyekan penolakan miras di dalam keluarga. 


“Jadikan di menu setiap hari, orang Keerom harus bicara miras di meja makan. Waktu makan harus bicara penolakan miras,” terangnya.


“Ini saya tegaskan orang Keerom harus bekerja keras melawan miras dan narkoba. Kalau tidak percuma semua pembangunan yang kita lakukan, tidak ada artinya,” tambahnya.


Bupati Gusbager juga melayangkan apresiasi kepada Polres Keerom yang aktif memberantas miras dan ganja di Kabupaten Keerom. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#KEEROM #Piter Gusbager