CEPOSONLINE.COM, KEEROM - Mengelola wilayah dengan luas sembilan kali lipat dari Kota Jayapura memberikan tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Keerom.
Jarak yang jauh dan medan yang berat seringkali menjadi hambatan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah distrik bagian atas seperti Distrik Web, Towe, Yaffi dan Kaisenar.
Untuk memangkas jarak dan birokrasi, Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan mengambil langkah taktis dengan membangun satu unit Rumah Singgah Bupati di Kampung Amgotro, Distrik Yaffi.
Selama ini, Bupati Keerom Piter Gusbager memang dikenal aktif melakukan kunjungan kerja ke distrik-distrik bagian atas. Namun, ia menilai intensitas kunjungan tersebut belum cukup.
Rumah singgah ini diharapkan menjadi pondasi agar bupati bisa berkantor lebih dekat dengan masyarakat, sehingga eksekusi pembangunan bisa dikawal langsung.
“Rumah singgah sudah dianggarkan dan siap dibangun tahun ini. Kita sudah melakukan koordinasi dengan para tokoh adat dan prosesnya sedang berjalan lancar,” ungkap Piter Gusbager kepada Cenderawasih Pos, Jumat (26/6/2026).
Senada dengan itu, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Keerom, Samuel Ibe, menuturkan kendala geografis kerap menyebabkan keterlambatan program di wilayah atas.
“Kondisi ruas jalan dan medan di sana cukup berat. Karena itu, Bapak Bupati menyiapkan rumah singgah di Distrik Yaffi agar kendali pembangunan lebih efektif dan merata,” jelas Samuel.
Secara teknis, fasilitas ini tidak sekadar dibangun sebagai tempat singgah, melainkan dirancang dengan memperhitungkan letak strategis untuk jangkauan ke distrik-distrik sekitarnya.
“Dibangun di Kampung Amgotro, Distrik Yaffi dengan luasan 15x20 di atas lahan 1 hektar. Target kami tahun ini mulai dikerjakan. Setelah proses lelang selesai, pembangunan fisik akan langsung dikebut dan diselesaikan dalam tiga bulan ke depan,” pungkas Samuel. (*)
Editor : Agung Trihandono