CEPOSONLINE.COM, SENTANI – Tumpukan sampah berhari-hari yang tidak diangkat karena alasan solar subsidi kosong nampak kerap terjadi.
Bahkan pembiaran sampah yang terjadi menjadi pemicu amukan para penjual di Pasar Lama Sentani pada Kamis (16/7/2026) malam yang nekat membongkar sampah menutupi jalan raya
Respon cepat ditunjukkan jajaran Polres Jayapura dalam menyikapi aksi protes yang terjadi di kawasan Pasar Lama, Sentani, Jumat (17/7/2026).
Dipimpin langsung oleh Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, bersama personel Polres Jayapura turun ke lokasi untuk mengamankan situasi sekaligus membantu membersihkan tumpukan sampah yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan sejumlah pedagang terhadap tumpukan sampah yang telah lama menumpuk di area penjualan Pasar Lama.
Sebagai bentuk protes, beberapa pedagang menghamburkan sampah ke badan jalan hingga menutup sebagian akses lalu lintas sebagai upaya menyampaikan aspirasi mereka.
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius VDP Helan, mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.
“Kami memahami adanya keluhan dan aspirasi masyarakat terkait persoalan sampah di kawasan Pasar Lama. Namun, penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya,” tegasnya.
Untuk itu, Ia mengaku kehadiran kepolisian untuk menjaga situasi tetap aman sekaligus bersama-sama membersihkan sampah agar aktivitas warga kembali normal.
Sementara itu, terkait denga penumpukan sama Plh. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen mengakui sudah tiga hari pihaknya tidak dapat menjalankan tugas.
“Kami tidak dapat beroperasi karena TPA dipalang sudah tiga hari, ditambah lagi mesin bio solar (solar subsidi) di SPBU Lasminingsih Hawai Sentani rusak, dan masih dalam tahap perbaikan,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Ia mengakui, bahwa amukan para pedagang di Pasar Lama yang memprotes terkait sampah menumpuk dilokasi berjualan, memang hal yang wajar.
“Siapapun dia, pasti marah dengan kondisi tersebut, tetapi kami sudah langsung membersihkan bersama pihak kepolisian dan masyarakat sekitar, kami mohon maaf atas kondisi yang terjadi,” jelasnya.
Salmon memastikan, jika kondisi TPA masih dipalang dan mesin nosel SPBU rusak, pihaknya belum dapat melakukan pelayanan seperti biasa.
“Kami harap masyarakat bijak dalam pengelola sampahnya sendiri, karena kondisi seperti ini kami juga tidak bisa beroperasi seperti biasa,malah armada kami sudah penuh dengan sampah tetapi tidak dapat dibuang karena TPA masih di palang,” pungkasnya.(*)