CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus) Tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam menyusun arah kebijakan dan program yang berpihak pada Orang Asli Papua (OAP), khususnya masyarakat Port Numbay.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kota Jayapura, Muchlis Karim, menegaskan pentingnya akurasi data serta tahapan perencanaan yang terstruktur bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola dana Otsus.
Menurutnya, penyusunan program harus melalui proses berjenjang, mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan, distrik, hingga kota, serta diselaraskan dengan hasil reses DPRD agar menghasilkan Rencana Anggaran Program (RAP) yang akuntabel dan tepat sasaran.
“Perencanaan dana Otsus harus berbasis data yang akurat dan melalui tahapan yang jelas,"ujar Muchlis Karim.
Kata Muchlis Karim, sinkronisasi antar tahapan sangat penting agar program yang disusun benar-benar memberi dampak nyata bagi Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Port Numbay.
Selain itu ia juga menekankan agar pelaksanaan program Otsus tahun 2026 dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Ia mengingatkan OPD untuk meminimalisir Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) dari dana Otsus.
“Program harus segera dilaksanakan agar tidak menimbulkan Silpa yang besar. Dana Otsus harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat,”tegasnya.
Dalam penyusunan RAP Otsus Tahun 2027, pihaknya juga menegaskan seluruh program wajib mengacu pada visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, dengan fokus utama pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Bahkan, ia mendorong agar layanan pendidikan dan kesehatan gratis bagi OAP dapat diwujudkan secara bertahap.
“Pendidikan dan layanan kesehatan gratis bagi Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Port Numbay, harus menjadi prioritas,”pintanya.
Selain itu, Dinas Tenaga Kerja juga diminta untuk memprioritaskan program pelatihan kerja yang menyasar OAP guna meningkatkan kapasitas dan daya saing tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jayapura, Robby Kepas Awi, menjelaskan bahwa Musrenbang Otsus bertujuan untuk menyinkronkan dan mengintegrasikan usulan program dari OPD pengelola dana Otsus agar benar-benar menjawab kebutuhan OAP.
“Musrenbang ini menjadi forum untuk mengkaji dan mengusung program strategis daerah yang berorientasi pada kepentingan Orang Asli Papua, dengan mengacu pada RPJMD Kota Jayapura Tahun 2025–2029,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil Musrenbang Otsus tingkat kota ini nantinya akan menjadi rujukan dalam pembahasan di tingkat Provinsi Papua hingga Musrenbang nasional.
Sementara itu kegiatan Musrenbang Otsus Kota Jayapura Tahun 2026 ini diikuti oleh sekitar 250 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan.
Adapun Pemerintah Kota Jayapura berharap perencanaan dan pengelolaan dana Otsus ke depan semakin tepat sasaran, transparan, serta mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Port Numbay. (*).
Editor : Yohanes Palen