Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Gara-gara Curiga Ada Kiriman Ilmu Hitam, Seorang Pria Nekat Habisi Wanita Dalam Honai

Deni Tonjau • 2026-01-19 15:44:06

 

Jenazah Korban IA 30 saat dibawa ke RSUD Wamena oleh Anggota Polres Jayawijaya untuk dilakukan visum Sabtu (17/1/2026). (Ceposonline.com/Dok.Polres Jayawijaya)
Jenazah Korban IA 30 saat dibawa ke RSUD Wamena oleh Anggota Polres Jayawijaya untuk dilakukan visum Sabtu (17/1/2026). (Ceposonline.com/Dok.Polres Jayawijaya)

CEPOSONLINE.COM,WAMENA - Karena curiga ada yang mengirim ilmu hitam pasca ada keluarga yang meninggal, seorang Pria berinisial MA (25) nekat menghabisi seorang wanita dengan inisial IA (30) di dalam sebuah Honai Kampung Hitigima Distrik Asotipo, Sabtu (17/1/2026).

Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim AKP Sugarda Aditya membenarkan adanya aksi pembunuhan yang dilakukan seorang pria karena masalah keluarga yang dipicu dari rasa curiga jika korban IA mengirimkan ilmu hitam untuk menghabisi keluarganya.

"Kecurigaan ini memicu MA gelap mata dan nekat menghabisi korban IA dalam sebuah honai di kampung Hitigima, usai melakukan pembunuhan korban ditinggalkan dan pelaku langsung melarikan diri,"ungkapnya Senin (19/1/2026) di Polres Jayawijaya

Dari hasil visum yang dilakukan, korban meregang nyawa akibat luka tusukan benda tajam dari perut bagian depan hingga tembus ke belakang, korban juga mengalami luka robek pada pinggul bagian kiri, dan luka robek pada paha kiri.

"Sebelumnya korban dan pelaku pernah memiliki hubungan sebagai ipar, dimana anak laki-laki dari korban sempat menikahi adik perempuan dari pelaku, namun pasangan tersebut sudah berpisah,"kata Kasat Reskrim.

Dari keterangan para saksi, sekitar bulan November 2025 adik perempuan dari pelaku MA meninggal dunia, kemudian pelaku pada saat itu mendatangi korban dan mengancam akan melakukan penganiaayaan dengan menggunakan kampak terhadap korban apabila ada yang meninggal lagi dari keluarga pelaku.

"Pelaku mencurigai bahwa korban mengirimkan ilmu hitam kepada istrinya hingga meninggal dunia, sedangkan pada hari Jumat tanggal 16 Jan 2026 anak dari pelaku meninggal dunia karena sakit, namun saat akan dikremasi pelaku tidak terlihat dan ternyata pelaku melakukan aksi pembunuhan terhadap korban."tutup Kasat Reskrim.(*)

Editor : Agung Trihandono
#PELAKU #Ceposonline.com #Jenazah #wamena #korban