Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Iran Perkeras Sikap, Pemimpin Baru Tegaskan Penutupan Selat Hormuz dan Ancam Serang Pangkalan AS

Yohanes Palen • 2026-03-13 05:32:20

Ilustrasi selat Hormuz. (GEMINI AI)
Ilustrasi selat Hormuz. (GEMINI AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Iran kembali mempertegas sikap kerasnya di tengah konflik yang memanas dengan Amerika Serikat dan Israel.

 

Kini pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei menegaskan, negaranya akan terus menutup jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan terhadap musuh-musuhnya.

 

Dalam pernyataan publik pertamanya sejak diangkat sebagai pemimpin Iran, Mojtaba menyebut penutupan Selat Hormuz merupakan langkah strategis untuk menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya

 

“Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh-musuh Iran,” tegas Mojtaba

dalam pernyataannya dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (12/3/2026).

 

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa Iran akan terus melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. 

 

Meski demikian, Mojtaba menegaskan bahwa Iran tetap menjaga hubungan persahabatan dengan negara-negara Arab di kawasan tersebut.

 

Pernyataan keras itu disampaikan dalam penampilan perdananya di hadapan publik setelah ia ditunjuk sebagai pemimpin Iran pada Senin (9/3/2026) menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara.

 

Dalam pidatonya, Mojtaba juga menegaskan Iran akan membalas kematian para korban yang disebutnya sebagai “para martir” serta mendesak Amerika Serikat menutup seluruh pangkalan militernya di kawasan Timur Tengah.

 

Mojtaba dikenal sebagai ulama tingkat menengah yang memiliki pengaruh kuat di dalam jaringan keamanan Iran serta memiliki hubungan erat dengan berbagai jaringan bisnis yang berkembang selama kepemimpinan ayahnya.

 

Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran sejak 28 Februari lalu. 

 

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah anggota keluarganya.

 

Korban yang tewas juga termasuk istri Mojtaba yang merupakan menantu Ali Khamenei, ibu Mojtaba, serta sejumlah pejabat tinggi keamanan Iran. 

 

Hingga kini, jumlah korban tewas akibat serangan tersebut dilaporkan mencapai lebih dari 1.300 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

 

Pada hari pertama serangan tersebut, Iran langsung melancarkan serangan balasan ke Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

 

Sebagai bagian dari responsnya, Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia. 

 

Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahkan memperingatkan bahwa setiap kapal yang melintas dan mengabaikan peringatan mereka berpotensi menjadi sasaran serangan. (*).

Editor : Yohanes Palen
#Perang Iran Amerika #Mojtaba Khamenei #selat hormuz