CEPOSONLINE.COM-TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak setelah Juru Bicara Militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah balasan terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pernyataan itu disampaikan menyusul serangan yang diklaim menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (1/3/2026), Ebrahim menegaskan bahwa kematian Khamenei tidak akan melemahkan tekad bangsa Iran.
Sebaliknya, ia menyebut peristiwa tersebut justru akan memperkuat persatuan dan perlawanan rakyat terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh negara.
“Hari ini, kami katakan kepada musuh, kalian menargetkan satu orang, tetapi jutaan orang berdiri melawan kalian. Ketahuilah bahwa Iran mungkin terluka, tetapi Iran tidak akan pernah tunduk,”ujar Ebrahim
Ia juga menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons yang setimpal kepada AS dan Israel.
Dalam pernyataannya, ia secara khusus menyebut Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban atas serangan tersebut.
“Kami akan membuat musuh-musuh bangsa ini menyesal dengan kekuatan keteguhan dan dukungan rakyat yang mulia,” tegasnya.
Sementara itu pernyataan tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan, terutama jika respons militer benar-benar dilancarkan dalam waktu dekat.
Sejumlah pengamat menilai situasi ini berpotensi memicu ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah dan berdampak pada stabilitas global.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Israel terkait pernyataan terbaru dari militer Iran tersebut.
Dunia internasional pun menyerukan agar semua pihak menahan diri demi mencegah konflik yang lebih besar. (*).
Editor : Yohanes Palen