CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Keluhan pengguna MinyaKita setelah peredarannya dibatasi mulai bermunculan.
Produsen MinyaKita telah mengumumkan penarikan semua pasokan minyak goreng bantuan setelah beberapa penerima melaporkan aroma yang mirip dengan solar.
Perusahaan menginformasikan bahwa mereka telah menarik sekitar 300 ton minyak dari empat wilayah dan sedang mengganti produk tersebut dengan yang baru.
Keluhan tentang bau yang menyengat seperti solar mulai muncul setelah warga menggunakan minyak bantuan untuk memasak, sehingga beberapa keluarga mengembalikan produk ke tempat distribusi.
Produsen, PT Kusuma Mukti Remaja, menyatakan mereka menanggapi laporan dengan menarik semua produk yang telah didistribusikan di daerah yang terkena dampak dan menggantinya dengan stok baru untuk memastikan aman untuk dikonsumsi.
Seperti dilansir dari Radar Kudus, Sabtu (27/6/2026) dalam pengumuman resmi, perusahaan memutuskan untuk menukar semua produk yang sudah didistribusikan di berbagai daerah sebagai langkah preventif.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengirimkan tim penyelidik untuk menyelidiki penyebab bau tersebut, dan menegaskan bahwa izin usaha produsen bisa dicabut jika ditemukan pelanggaran dalam proses produksi atau distribusi.
Sampel minyak yang ditarik telah dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian kimia dan mikrobiologis guna menentukan ada atau tidaknya kontaminan yang memunculkan bau seperti bahan bakar.
Produsen menyatakan siap menanggung biaya medis jika ada laporan dampak kesehatan akibat penggunaan minyak itu, meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait adanya korban. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser