Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Harga Sembako Melambung di Kota Jayapura, Warga Menjerit: Di Mana Peran Pemerintah?

Yohanes Palen • Senin, 22 Juni 2026 | 08:33 WIB
PEDAGANG DIPASAR YOUTEFA/PRIYADI)
PEDAGANG DIPASAR YOUTEFA/PRIYADI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali memberikan efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok di Kota Jayapura.

Kini sejumlah komoditas dapur mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, membuat pedagang dan masyarakat mengeluhkan tingginya biaya hidup.

Yang paling mencolok adalah harga bawang merah kiriman Surabaya yang kini menembus Rp.100 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional. 

Kenaikan tersebut dipicu berkurangnya pasokan dari Pulau Jawa sehingga stok di Jayapura menjadi terbatas.

Selain bawang merah, harga tomat juga melonjak hingga Rp.60 ribu per kilogram.

Sementara cabai rawit mencapai Rp.120 ribu per kilogram dan cabai keriting berada di kisaran Rp.50 ribu per kilogram.

Warto, pedagang komoditas pertanian di Pasar Kotaraja, mengatakan lonjakan harga mulai terasa dalam sepekan terakhir.

Menurutnya, harga bawang merah Surabaya sebelumnya masih berada di angka Rp.60 ribu per kilogram.

“Sekarang sudah Rp.100 ribu per kilogram karena barang kosong dan pasokan berkurang. Tomat juga naik jadi Rp.60 ribu per kilogram,”ungkap Warto saat ditemui Ceposonline.com.

Tidak hanya bawang merah asal Surabaya, bawang merah produksi Arso juga mengalami kenaikan tajam. 

Dari sebelumnya Rp. 40 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp. 90 ribu per kilogram. 

Sementara harga bawang putih masih relatif stabil di kisaran Rp45 ribu per kilogram.

Tingginya harga membuat para pedagang mulai berhitung ulang dalam menambah stok dagangan. 

Mereka khawatir daya beli masyarakat terus menurun sehingga barang yang dibeli berisiko tidak terjual.

“Harga terlalu mahal. Kami takut ambil stok banyak karena pembeli bisa mengurangi belanja atau bahkan tidak jadi membeli,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Amir, pedagang bumbu dapur di Pasar Youtefa, Abepura.

Menurutnya, kenaikan harga komoditas pangan saat ini menjadi beban ganda bagi pedagang maupun konsumen.

“Bawang merah itu kebutuhan pokok hampir di setiap masakan. Kalau harganya naik setinggi ini, tentu sangat memberatkan masyarakat,”ujarnya.

Di sisi lain, warga juga mulai merasakan dampak langsung dari lonjakan harga tersebut. 

Suminah, warga Entrop, mengaku terkejut melihat harga bawang merah Surabaya yang kini mencapai Rp.100 ribu per kilogram.

“Kalau beli eceran Rp.10 ribu, hanya cukup untuk sekali masak. Padahal kebutuhan rumah tangga lainnya juga terus naik,” keluhnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga bahan pangan.

Pasalnya, jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya dapur rumah tangga yang tertekan, tetapi juga dapat memperlemah daya beli masyarakat dan mengganggu perputaran ekonomi daerah.

Kenaikan harga sembako yang terjadi saat ini kembali memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, di mana peran pemerintah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok ketika warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah diharapkan tidak hanya memantau, tetapi juga segera menghadirkan solusi nyata agar beban masyarakat tidak semakin berat. (*).

Editor : Yohanes Palen
#Ceposonline.com #sembako #kota jayapura #BBM