CEPOSONLINE.COM. NABIRE-Setelah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade sebagai pendidik, Kepala SMP Negeri 1 Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Isayas Tigi, mengaku dapat menutup perjalanan kariernya dengan rasa syukur.
Menjelang memasuki masa pensiun pada Oktober 2026, ia akhirnya menyaksikan lahirnya Program Pendidikan Gratis yang dihadirkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Bagi Isayas, kebijakan tersebut bukan sekadar program pemerintah, melainkan tonggak penting dalam pembangunan sumber daya manusia Papua.
Selama puluhan tahun mengajar, ia melihat langsung bagaimana persoalan biaya pendidikan menjadi tantangan yang dihadapi banyak keluarga.
"Saya sangat bersyukur karena menjelang pensiun akhirnya bisa melihat program pendidikan gratis hadir di Papua Tengah”
“Ini merupakan perubahan besar yang sudah lama kami harapkan untuk membantu anak-anak Papua mendapatkan pendidikan yang lebih baik," ujar Isayas saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).
Perjalanan pengabdiannya dimulai pada 1992 sebagai guru di Kabupaten Biak Numfor.
Selama 15 tahun bertugas di wilayah tersebut, ia kemudian kembali ke kampung halamannya dan mengajar di SMP Negeri 1 Kamuu. Dua tahun berselang, ia dipercaya menjadi kepala sekolah dan tetap mengemban amanah itu hingga kini.
"Secara administrasi saya akan pensiun pada 4 Oktober 2026. Selama menjadi guru, saya melihat sendiri bagaimana pendidikan di Papua terus berkembang dari waktu ke waktu," tuturnya.
Isayas mengenang, pada masa awal dirinya menjadi guru, banyak sekolah masih bergantung pada iuran komite dan bantuan pemerintah pusat untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional.
Kondisi itu, menurutnya, berubah signifikan setelah otonomi daerah mendorong percepatan pembangunan hingga menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
"Dulu pembangunan berjalan sangat lambat. Banyak kebutuhan sekolah dipenuhi melalui sumbangan komite dan bantuan pemerintah pusat”
“Sekarang sudah jauh berbeda. Dengan otonomi daerah, pembangunan semakin cepat dan menjangkau daerah-daerah yang dulu sulit dijangkau," katanya.
Meski pembangunan terus mengalami kemajuan, Isayas mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tetap bergantung pada dedikasi para guru.
Menurutnya, tugas utama seorang pendidik adalah memastikan setiap anak memperoleh hak belajar yang layak.
"Kalau pekerjaan administrasi masih bisa ditunda, tetapi pendidikan anak-anak tidak boleh diabaikan. Tugas utama guru adalah mengajar karena pendidikan menentukan masa depan generasi kita," tegasnya.
Di penghujung masa baktinya, Isayas menilai Program Pendidikan Gratis menjadi angin segar bagi masyarakat Papua Tengah.
Menurutnya, kebijakan tersebut akan sangat membantu keluarga yang selama ini harus membiayai lebih dari satu anak untuk bersekolah.
Saat ini, SMP Negeri 1 Kamuu memiliki sekitar 470 siswa yang terbagi dalam 15 rombongan belajar. Dengan jumlah peserta didik yang cukup besar, kebutuhan pembiayaan sekolah pun terus meningkat.
"Selama ini banyak orang tua harus membiayai dua, tiga bahkan lima anak dalam satu keluarga. Belum lagi ada yang ikut menanggung anak saudara atau keluarga lainnya. Dengan adanya pendidikan gratis ini, sedikit demi sedikit beban mereka bisa berkurang," ujarnya.
Ia berharap kebijakan tersebut terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak anak Papua memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang layak tanpa terkendala persoalan biaya.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas program pendidikan gratis ini. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan di sekolah. Harapan kami, ke depan program ini terus ditingkatkan karena kebutuhan sekolah masih cukup besar," katanya.
Menurut Isayas, pendidikan gratis tidak hanya bermakna mengurangi pengeluaran keluarga, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi Papua yang unggul dan berdaya saing.
"Kalau biaya sekolah sudah tidak lagi menjadi beban, anak-anak bisa lebih fokus belajar dan mengejar cita-citanya. Saya percaya pendidikan adalah investasi terbaik. Dari pendidikan yang baik akan lahir anak-anak Papua yang mampu bersaing dan membangun Papua Tengah di masa depan," ujarnya.
Menutup penyampaiannya, Isayas menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah atas komitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada dunia pendidikan.
"Saya mendoakan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Papua Tengah senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan oleh Tuhan agar terus menghadirkan kebijakan yang membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya untuk kemajuan pendidikan anak-anak Papua," tutupnya. (*)
Editor : Elfira Halifa