CEPOSONLINE.COM, BIAK-Ketangguhan suku Biak sebagai pelaut kembali ditampilkan di Parade Waimansusu dan Wairon, Festival Biak Munara Wampasi (FBMW), tahun 2026, di Pantai Anggopi, Distrik Oridek, Minggu (5/7/2026).
Parade perahu tradisional, perahu layar/dagang) dan perahu perang dilaksanakan sebagai bagian dari warisan leluhur suku Biak. Parade warisan leluhur suku Biak ini menjadi daya tarik budaya yang memukau dalam rangkaian pelaksanaan Festival Biak Munara Wampasi, yang berlangsung dari tanggal 1–7 Juli 2026.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,MM mengatakan, tradisi ini tidak hanya menjadi tontonan sebagau daya tarik, tetapi berfungsi sebagai media pelestarian bagi generasi muda untuk mengenal sejarah maritim Suku Byak.
“Suku Biak dikenal dengan pelaut yang tanggung, pergi ke sejumlah wilayah dengan menggunakan perahu dan ini menjadi kebanggaan kita orang Biak. Kita hampir ada dimana-mana di Tanah Papua, bahkan ke wilayah Maluku seperti sampai ke Ternate dengan menggunakan perahu,” kata Bupati saat membuka parade Waimansusu dan Wairon.
“Melalui kesempatan ini saya mengajak semua masyarakat Biak, khususnya suku Biak untuk melestarikan warisan leluhur ini. Parade seperti ini sangat penting untuk kita jadikan bagian dari pelestarian peninggalan leluluhur, khususnya lagi bagi para generasi muda,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, selain Snap Mor, dalam kegiatan Festival BMW tahun 2026 juga ada kegiatan Parade Wor dan Musik Tambur: iring-iringan budaya dan musik tradisional Biak, Apen Beyeren: ritual budaya berjalan di atas batu panas, Pameran Ekonomi Kreatif: menampilkan berbagai hiasan, kerajinan, dan ukiran bernuansa adat Biak yang dibuat oleh seniman OAP.
Selain itu, juga ada kegiatan Tur Wisata Padaido, Parade Perahu Adat Mansusu, Lomba Foto Bawah Laut, Simponi Wampasi, dan Parade Tari Yosim Pancar dan sejumlah kegiatan lainnya. (*)