CEPOSONLIONE.COM, BIAK- Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra mengatakan, hingga saat ini pendapatan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor masih tergantung dari dana transfer pemerintah pusat.
Bahkan, menurutnya hampir 95 % Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 masih tergantung dari dana transfer pusat. Sementara untuk belanja yang telah ditetapkan dsalam APBD Pemerintah Kabupaten Biak Numfor tahun 2026 sebesar Rp. 1,41 miliar.
“Saya berharap Pak Sekda dengan teman-teman teknis terkait, berkolaborasi dengan berbagai lembaga yang ada di Kabupaten Biak Numfor untuk berpikir bagaimana ke depan kita bisa sama-sama mendorong peningkatan pendapatan asli daerah kita,” imbuh Bupati dalam sambutannya seletah melantik Pj. Sekda Biak Numfor, di Gedung Negara, Senin (18/05/2026).
Menurutnya, potensi sebagai sumber-sumber pendapatan daerah di Kabupaten Biak Numfor masih cukup banyak jika dikelola secara optimal. Oleh karena itu, Ia meminta supaya hal ini mendapat perhatian serius dari OPD teknis, termasuk OPD pemungur.
“Kita menyadari masih cukup banyak potensi-potensi daerah kita yang belum kita gali, tetapi kami yakin dengan sebuah kerjasama sinergi dan kolaborasi yang baik, pasti kita mampu untuk memunculkan berbagai potensi daerah sebagai sumber PAD,” ujarnya.
Masih menimnya kontribusi PAD dinilai sangat mempengaruhi terhadap upaya-upaya peningkatan pelayanan masyarakat, belum lagi akibat pengaruh adanya recofusing anggaran secara nasional yang berdampak terhadap pemotongan anggaran Pemerintah Biak Numfor, misalnya di tahun 2025 terjadi recofusing kurang lebih sebesar Rp. 111 miliar.
“Target PAD sebesar Rp. 35 miliar cukup realistis, dan kita harus capai. Saya juga mengapresasi teman-teman di OPD teknis terkait yang terus berupaya meningkatkan PAD kita, dimana tahun lalu kita mengalami kenaikan signifikasi jika disbanding tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.(*)
Editor : Weny Firmansyah