Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

KISAH Bandara Frans Kaisiepo Biak: Dulu Layani Rute Internasional Papua – Hawaii – Los Angeles, Kini Cuma Jadi Bandara Domestik

Gratianus Silas • Senin, 29 April 2024 | 12:58 WIB
Bandara Frans Kaisiepo memiliki kisah sebagai bandara internasional yang melayani rute penerbangan Papua - Amerika Serikat pada tahun 90-an.
Bandara Frans Kaisiepo memiliki kisah sebagai bandara internasional yang melayani rute penerbangan Papua - Amerika Serikat pada tahun 90-an.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Bandara Frans Kaisiepo Biak resmi dicabut statusnya sebagai bandara internasional.

Pencabutan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31/2024 (KM 31/2004) pada 2 April 2024 lalu.

Namun, perlu diketahui Bandara Frans Kaisiepo merupakan bandara yang dulunya melayani rute penerbangan internasional ke Amerika Serikat.

Posisi strategis bandara ini yang dekat Samudra Pasifik dan berlokasi di ekuator membuat Garuda Indonesia memasukkan Biak dalam penerbangan internasional ke Amerika Serikat.

Pada periode 1996-1998, Garuda membuka rute Jakarta Denpasar-Biak-Honolulu-Los Angeles dengan pesawat berbadan lebar MD-11.

Bahkan sebenarnya bandara ini sanggup didarati pesawat sebesar Boeing 747 seri 400.

Namun sangat disayangkan, rute internasional melintasi Samudra Pasifik ini terhenti karena hantaman krisis ekonomi.

Padahal bandara yang dibangun di atas litologi batu gamping (limestones) alias batu karang ini amat kokoh dan bersifat keras.

Bandara ini juga menempati posisi keempat sebagai bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia setelah Bandara Internasional Hang Nadim di Batam, Bandara Internasional Kualanamu di Medan, dan Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang.

Kini, dengan dicabutnya status internasional, maka Bandara Frans Kaisiepo kini berstatus Bandara Domestik.

Bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I itu melayani penerbangan domestik ke Jayapura, Makassar, Jakarta, Serui, maupun Nabire.

Selain Bandara Frans Kaisiepo, terdapat 16 bandara lainnya yang juga dicabut statusnya sebagai bandara internasional.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan adapun tujuan penetapan ini secara umum adalah untuk dapat mendorong sektor penerbangan nasional yang sempat terpuruk saat pandemi Covid 19.

Keputusan ini juga telah dibahas bersama Kementerian dan Lembaga terkait di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

“KM 31/2004 ini dikeluarkan dengan tujuan untuk melindungi penerbangan internasional pasca pandemi dengan menjadikan bandara sebagai hub (pengumpan) internasional di negara sendiri," kata Adita dalam keterangan tertulis yang dikutip dari JawaPos.com, Jumat (26/4).

"Selama ini sebagian besar bandara internasional hanya melayani penerbangan internasional ke beberapa negara tertentu saja dan bukan merupakan penerbangan jarak jauh, sehingga hub internasional justru dinikmati oleh negara lain," imbuhnya.

Diketahui, sebelumnya Indonesia memiliki total 34 bandara internasional.

Menurut dari data Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dari 34 bandara internasional yang dibuka dari 2015-2021, bandara yang melayani penerbangan niaga berjadwal luar negeri dari/ke berbagai negara.

"Bandara tersebut terdiri dari Soekarno-Hatta - Jakarta, I Gusti Ngurah Rai - Bali, Juanda - Surabaya, Sultan Hasanuddin - Makassar, dan Kualanamu – Medan," pungkasnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#denpasar #papua #Bandara Frans Kaisiepo Biak #los angeles #Frans Kaisiepo #Jakarta #BIAK #Ceposonline.com #hawaii #menteri perhubungan #Jayapura #Biak Numfor #amerika serikat #internasional