Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Rezeki Awal Tahun 2026, KPM BPNT Siap Terima Bansos Berlapis dari Pemerintah

Yohanes Palen • 2026-01-19 15:42:07
Ilustrasi bansos.
Ilustrasi bansos.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kabar menggembirakan bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di seluruh Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial bersama kementerian terkait menghadirkan skema bantuan sosial terintegrasi yang dinilai semakin lengkap dan saling melengkapi.

Tak hanya menerima bantuan tunai BPNT sebesar Rp.600.000 yang biasanya dirapel untuk tiga bulan, KPM BPNT juga berpotensi memperoleh berbagai bantuan tambahan.

Mulai dari bansos beras hingga 40 kilogram, subsidi listrik, BPJS Kesehatan gratis, hingga bantuan pendidikan bagi anak sekolah.

Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, kombinasi bantuan ini disebut sebagai

 “paket lengkap bansos 2026” yang menyasar keluarga miskin dan rentan.

Khususnya yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4 atau 40 persen masyarakat dengan tingkat ekonomi terbawah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sebagai penerima BPNT, KPM tetap memperoleh bantuan utama berupa saldo sembako sebesar Rp.200.000 per bulan yang dirapel menjadi Rp.600.000 setiap tiga bulan.

 Bantuan tersebut disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan bergizi seperti beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya di e-warong atau agen resmi.

Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama empat bulan. 

Dengan demikian, setiap keluarga berhak menerima total 40 kilogram beras berkualitas secara gratis. 

Program ini merupakan bagian dari bantuan pangan nasional yang dikelola bersama Perum Bulog dengan total alokasi mencapai 720.000 ton untuk 18 juta KPM di seluruh Indonesia.

Penyaluran beras dilakukan secara fisik melalui gudang Bulog, balai desa, maupun kantor pos terdekat.

KPM BPNT yang memiliki anggota keluarga seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia berusia 70 tahun ke atas, atau penyandang disabilitas berat juga berpeluang menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Besaran bantuan PKH bervariasi, antara lain Rp.750.000 per tahap untuk ibu hamil dan balita, Rp.225.000 hingga Rp.500.000 untuk anak sekolah, serta Rp600.000 untuk lansia dan penyandang disabilitas.

Tak sedikit KPM BPNT yang terdaftar ganda sebagai penerima PKH, sehingga total bantuan yang diterima dapat mencapai jutaan rupiah dalam satu tahun.

Selain itu, KPM BPNT yang masuk desil 1 hingga desil 4 juga berkesempatan memperoleh subsidi listrik dari PLN, berupa diskon tarif hingga pembebasan biaya bagi pelanggan daya 450 VA dan 900 VA.

Pemerintah juga menanggung iuran BPJS Kesehatan melalui program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), dengan iuran sebesar Rp.42.000 per orang per bulan dibayarkan penuh oleh negara.

Bagi keluarga yang memiliki anak sekolah, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) turut disalurkan dengan nominal mulai dari Rp.450.000 hingga lebih dari Rp1 juta per tahun, tergantung jenjang pendidikan.

Penyaluran bansos tahun 2026 dilakukan melalui tiga tahap, yakni verifikasi data pada Januari 2026, penyaluran bantuan pada Februari hingga Maret 2026, serta tahap rekonsiliasi dan pengaduan.

Masyarakat dapat melaporkan kendala penyaluran melalui hotline 15782, aplikasi Cek Bansos, atau dinas sosial setempat. (*).

 

Editor : Yohanes Palen
#Kementerian Sosial #Ceposonline.com #bantuan sosial