Pasca Gangguan KKB, Distribusi BBM dan Sembako di Yahukimo Dikawal Ketat Satgas Cartenz
Wahyu Welerubun• Minggu, 10 Mei 2026 | 17:27 WIB
Personel Satgas ODC saat sedang siaga memantau situasi sekitar sungai sepanjang pelayaran menuju Dekai, Yahukimo. (Ceposonline.com/Dokumen)
CEPOSONLINE.COM, YAHUKIMO-Di tengah meningkatnya tensi keamanan di wilayah perairan Papua, Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (Satgas ODC) 2026 bersama Polres Yahukimo melakukan langkah strategis untuk mengamankan rantai pasokan logistik.
Sebanyak enam kapal yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok berhasil dikawal melintasi jalur sungai yang rawan gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik Suator, Kabupaten Asmat, hingga tiba dengan selamat di Pelabuhan Logpon Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Jalur ini merupakan urat nadi vital bagi ribuan warga di pedalaman Papua yang sangat bergantung pada pasokan eksternal.
Langkah pengamanan ketat ini diambil menyusul insiden gangguan keamanan yang dilancarkan KKB pada Senin, 4 Mei 2026 lalu.
Jalur sungai, khususnya di titik-titik seperti Kampung Burbis di Distrik Kolof Braza hingga Kampung Batu Braza, diidentifikasi sebagai zona merah dengan risiko penghadangan yang tinggi.
Setibanya armada logistik di Pelabuhan Logpon, personel gabungan langsung melakukan konsolidasi kekuatan di Pospol Logpon guna memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga sebelum kembali ke markas Polres Yahukimo.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan perlindungan terhadap jalur distribusi adalah prioritas absolut untuk mencegah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
“Kelancaran distribusi logistik merupakan kebutuhan vital masyarakat. Kehadiran aparat dalam pengawalan ini untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses kebutuhan pokok secara aman dan tepat waktu,” kata Kaops Damai Cartenz dalam keterangan resmi yang diterima media ini, Minggu (10/5/2026).
Irjen Faizal menambahkan bahwa tantangan geografis yang ekstrem di Papua, yang dipadukan dengan ancaman asimetris dari kelompok bersenjata, menuntut kesiapsiagaan personel pada level tertinggi.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga menyatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh akibat intimidasi keamanan.
“Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan,” katanya.
Selain pengerahan kekuatan fisik, Satgas ODC 2026 juga menerapkan strategi community engagement dengan membangun koordinasi bersama warga di sepanjang bantaran sungai. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap pergerakan kelompok bersenjata.
Komitmen Satgas Damai Cartenz ini menjadi sinyal jelas bahwa otoritas keamanan memprioritaskan stabilitas distribusi logistik sebagai fondasi utama untuk mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat di Kabupaten Yahukimo. (*)