Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Polres Dogiyai Bantah Pelajar Tewas Ditembak Polisi, Sebut Korban Diduga Anggota KKB
K
Penulis: Karolus Daot❯
Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Kepolisian Resor Dogiyai membantah informasi yang menyebut seorang pelajar SMA bernama Nopison Tebai (21) meninggal dunia akibat ditembak aparat kepolisian di Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Minggu (10/5/2026) sekira pukul 09:00 WIT.
Advertisement
Kapolres Dogiyai, AKBP Denis Arya Putra menegaskan, peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah kontak tembak antara aparat kepolisian dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Dalam insiden tersebut, satu orang yang diduga anggota KKB dilaporkan tewas.
Advertisement
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur Trans Nabire-Enarotali dalam beberapa hari terakhir.
Gangguan tersebut meliputi aksi penembakan terhadap kendaraan warga sipil serta perusakan mobil oleh orang tak dikenal (OTK).
"Menyikapi situasi tersebut, personel BKO Brimob Resimen III yang sedang melaksanakan patroli rutin langsung melakukan penyisiran di wilayah Kali Kasuari dan Kampung Idadagi," ujar Denis saat dikonfirmasi, Minggu sore.
Ia menjelaskan, saat patroli berlangsung, aparat mendapat serangan tembakan dari kelompok bersenjata di Kampung Idadagi.
Aparat kemudian membalas tembakan tersebut hingga melumpuhkan satu orang yang diduga anggota KKB.
"Karena mendapat tembakan dari kelompok bersenjata, maka anggota kami melakukan tindakan tegas dan terukur hingga melumpuhkan pelaku," katanya.
Denis menyebut korban yang tewas diduga kuat merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda atas nama Napison Tebai.
Dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
Barang bukti yang disita antara lain satu pucuk senjata api rakitan, amunisi kaliber 5,56 mm, tiga parang, satu kapak, busur dan anak panah, telepon genggam, serta tas noken.
Selain itu, polisi turut menemukan dua buku berisi data organisasi TPNPB Kodap XI Odiyai Dogiyai Batalyon 03 Degeianouda dan satu bundel dokumen yang berkaitan dengan TPNPB-OPM, KNPB, serta sejumlah dokumen lainnya.
"Kami memastikan bahwa yang tewas merupakan anggota KKB, karena dari tangannya ditemukan senjata api, amunisi, dan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata," tegas Denis. (*)
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



