CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Pj Wali Kota Jayapura, Christian Sohilait mengatakan bahwa terdapat dua pesan besar dari dipusatkannya puncak acara Hari Anak Nasional (HAN) 2024 di Papua.
Pertama, dari acara yang digelar di Istora Papua Bangkit, Sentani, Kabupaten Jayapura, itu, masalah besar yang berkaitan langsung terhadap anak-anak di seluruh Indonesia diutarakan dari Papua.
“Ini termasuk masalah KTP anak, kekerasan, perpeloncoan (bullying), hingga ketertinggalan dalam pendidikan,” terang Sohilait kepada Ceposonline.com, Kamis (25/7/2024).
View this post on Instagram
Kemudian, yang kedua, sambung Sohilait, anak-anak terhibur di puncak acara HAN melalui atraksi yang ditampilkan.
“Terhibur ini dalam arti, semua keterampilan telah mereka tampilkan pada puncak acara tersebut, di mana ada soal GASING edukasi matematika, ada juga soal kesenian di situ,” ujarnya.
Sohilait menambahkan, anak-anak juga terhibur dengan kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Mereka terhibur karena bertemu langsung dengan Presiden Jokowi dalam jarak yang paling dekat,” kata Christian Sohilait.
“Kita lihat bagaimana ketika tari kolosal, Presiden Jokowi dililbatkan di situ, menari bersama mereka, di tengah-tengah mereka.”
“Setelah itu, ketika selesai acara, presiden tidak langsung naik mobil, tapi berjalan dulu bermeter-meter untuk menyapa, membagi kaos dan bingkisan kepada anak-anak dan masyarakat yang hadir pada kesempatan itu,” pungkasnya. (*)
Editor : Gratianus Silas