CEPOSONLINE.COM, TOLIKARA – Semangat pendidikan terus menyala dari wilayah pegunungan Papua. Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis, Bupati Tolikara, Willem Wandik, melakukan kunjungan langsung ke Sekolah Dasar Negeri Lianogoma, Distrik Lianogoma, pada Senin, 4 Mei 2026.
Kunjungan ini menjadi momen bersejarah bagi sekolah tersebut. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, SD Negeri Lianogoma berhasil melaksanakan ujian nasional dengan melibatkan 13 siswa.
Sebuah capaian yang bukan hanya angka, tetapi simbol harapan baru bagi generasi muda di wilayah terpencil.
Di tengah suasana sederhana, Bupati disambut hangat oleh para guru, siswa, dan masyarakat setempat.
Ia menyaksikan langsung proses pendidikan yang berjalan dengan segala keterbatasan—mulai dari sarana prasarana yang minim hingga akses yang sulit dijangkau. Namun di balik itu, terlihat semangat luar biasa dari para pendidik dan siswa.
Dalam arahannya, Bupati Willem wandik memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang telah bekerja tanpa kenal lelah. Ia menilai keberhasilan menghadirkan ujian nasional di sekolah tersebut adalah bukti nyata dedikasi dan pengabdian para tenaga pendidik.
“Ini bukan sekadar ujian, tetapi bukti bahwa anak-anak di kampung juga mampu bersaing dan memiliki masa depan,” ungkapnya dengan penuh haru.
Bupati juga menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara yang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Menurutnya, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membangun manusia melalui pendidikan, iman, dan kesehatan secara seimbang.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari dorongan pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada anak Tolikara yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan. Dalam berbagai kesempatan, Bupati Willem Wandik juga terus menekankan pentingnya pendidikan yang humanis dan inklusif, sebagai upaya memanusiakan manusia dan mengembangkan potensi setiap anak.
Di SD Negeri Lianogoma, semangat itu terasa nyata. Meski berada di daerah dengan keterbatasan fasilitas, para siswa tetap menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti ujian. Para guru pun menjadi ujung tombak perubahan, mengabdikan diri demi masa depan anak-anak Papua.
Kehadiran Bupati ini menjadi motivasi tersendiri. Tidak hanya sebagai bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga sebagai pesan kuat bahwa pendidikan di pelosok negeri tetap menjadi prioritas.
Momentum ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pendidikan di Distrik Lianogoma dan wilayah Tolikara secara umum. Dengan kolaborasi antara pemerintah, guru, gereja, dan masyarakat, generasi muda Tolikara diyakini mampu menjadi pilar masa depan yang cerdas, beriman, dan berdaya saing. (*)
Editor : Agung Trihandono