CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kekalahan 1-2 dari Dewa United pada pekan ketiga Super League musim 2026/2027 di Banten International Stadium, Minggu (20/9) lalu, kian memperkeruh situasi internal PSS Sleman.
Hasil minor ini memperpanjang tren negatif Laskar Sembada yang belum sekalipun meraih kemenangan dari tiga laga awal musim ini.
Akibat hasil itu, posisi Pieter Huistra di kursi kepelatihan Super Elang Jawa kini berada di ujung tanduk. Hingga pekan ketiga, PSS masih tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara dari total 18 kontestan.
Tekanan publik pun mulai bergelombang. Gelombang desakan agar pelatih asal Belanda itu meletakkan jabatannya menguat di kalangan Sleman Fans.
Aksi protes tidak hanya meramaikan jagat media sosial, tetapi juga menjalar ke ruang publik dalam bentuk bentangan spanduk kritik hingga coretan dinding di sejumlah titik.
Menanggapi gejolak dan desakan mundur yang kian deras dari para pendukung, Pieter Huistra mengaku hanya bisa pasrah sembari melihat perkembangan situasi ke depan bersama manajemen. “Tentang posisi saya, ya kalau bisa lihat nanti. Saya cek situasi saya dan lihat ke masa depan," katanya, Senin (21/9/2026).
Eks juru taktik Borneo FC itu mengaku memahami betul kekecewaan dan luapan emosi yang dirasakan para Sleman Fans saat ini. Menurutnya, reaksi keras suporter merupakan hal yang wajar ketika tim kesayangannya menelan kekalahan.
“Kalau lihat ke suporter kami, mereka selalu bisa kasih support ke kami. Kalau tim kalah, mereka juga merasa kalah, jadi emosionalnya lebih tinggi. Dan, saya mengerti situasi itu,” ungkap Huistra. (*)
Editor : Weny Firmansyah