CEPOSONLINE.COM– Dinamika bursa perpindahan pelatih untuk kompetisi Liga Super 2026/2027 mulai menunjukkan titik terang. Memasuki akhir Juli 2026, atau sekitar enam pekan jelang bergulirnya musim baru, mayoritas kontestan telah mengunci pilihan strategis mereka di kursi panas kepelatihan.
Namun, hiruk-pikuk perburuan taktik ini masih meninggalkan sejumlah tanda tanya besar. Dari total 18 klub peserta, hanya segelintir yang memilih stabilitas dengan mempertahankan arsitek lama, sementara mayoritas lainnya justru berani melakukan revolusi di bangku cadangan.
*Stabilitas di Kubu Promosi dan Raksasa Jawa*
Dikutip dari laman radar surabaya.com sebanyak sembilan klub memutuskan untuk tidak mengubah arah navigasi mereka. Mereka adalah Arema FC, Persebaya, Bhayangkara FC, Persita, Bali United, PSIM Yogyakarta, Persijap, PSS, dan Adhyaksa FC.
Yang menarik, dua klub promosi, PSS dan Adhyaksa FC, memilih jalan aman dengan mempertahankan strategi lama. Pieter Huistra, yang secara de facto telah mendampingi PSS sejak musim lalu meski tanpa status resmi sebagai pelatih kepala, akhirnya dipercaya penuh untuk memimpin skuad berjuluk Elang Jawa. Sementara itu, Adhyaksa FC tetap menggantungkan asa pada sosok lokal, Ade Suhendra.
*Revolusi di Tujuh Klub: dari Kroasia hingga Korea*
Berbanding terbalik dengan sembilan klub di atas, tujuh tim lainnya justru memilih untuk membongkar struktur kepelatihan mereka. Nama-nama besar baru pun mulai bertebaran.
Persib Bandung menjadi salah satu yang paling menarik perhatian dengan mengangkat Igor Tolic, yang sebelumnya merupakan bagian dari staf internal, untuk menggantikan posisi Bojan Hodak. Langkah ini terbilang berani, mengingat Tolic harus mengawal mesin Maung Bandung yang haus gelar.
Kejutan lain datang dari ibu kota. Persija Jakarta resmi menunjuk sosok yang tak asing di sepak bola Indonesia, Shin Tae-yong. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu kini resmi menjadi nakhoda baru Macan Kemayoran, sebuah langkah yang langsung mengguncang bursa transfer pelatih.
Di sisi lain, Borneo FC mendatangkan nama anyar asal Portugal, Mauro Jerenimo, sementara Persik Kediri mempercayakan taktik mereka kepada Marcos Reina yang berpaspor Spanyol. Madura United tak mau ketinggalan dengan merekrut Ze Gomes, juga dari Portugal.
Tak ketinggalan, PSM Makassar memilih untuk kembali menjalin cinta lama dengan Darije Kalezic asal Bosnia dan Herzegovina. Garudayaksa, klub yang tengah naik daun, mempermanenkan posisi Milos Joksic yang sebelumnya berstatus pelatih sementara.
*Dua Lowongan Masih Menggantung*
Meski hiruk-pikuk perekrutan sudah mulai mereda, masih ada dua kursi yang hingga kini tetap bersuhu dingin: Dewa United dan Malut United.
Keduanya sama-sama baru saja berpisah dengan pelatih lamanya; Dewa United mengakhiri kerja sama dengan Jan Olde Riekerink, sementara Malut United melepas Hendri Susilo.
Beredar kabar bahwa Dewa United saat ini tengah membidik pelatih asal Brasil, Osmar Loss, untuk mengisi kekosongan tersebut. Sementara itu, Malut United yang baru saja memindahkan markasnya ke Semarang, dikabarkan akan segera mengumumkan Fabio Lefundes sebagai arsitek anyar mereka.
*Dominasi Asing dan Harapan di Tengah Minimnya Nama Lokal*
Melihat daftar nama yang telah terkonfirmasi, komposisi pelatih di Liga Super 2026/2027 kian didominasi oleh nama-nama asing. Eropa masih menjadi pemasok utama, dengan Belanda, Portugal, Spanyol, dan Kroasia mendominasi daftar.
Meski hiruk-pikuk perekrutan sudah mulai mereda, masih ada dua kursi yang hingga kini tetap bersuhu dingin: Dewa United dan Malut United.
Keduanya sama-sama baru saja berpisah dengan pelatih lamanya; Dewa United mengakhiri kerja sama dengan Jan Olde Riekerink, sementara Malut United melepas Hendri Susilo.
Beredar kabar bahwa Dewa United saat ini tengah membidik pelatih asal Brasil, Osmar Loss, untuk mengisi kekosongan tersebut. Sementara itu, Malut United yang baru saja memindahkan markasnya ke Semarang, dikabarkan akan segera mengumumkan Fabio Lefundes sebagai arsitek anyar mereka.
Di tengah gemerlap nama internasional, hanya ada satu pelatih lokal yang tercatat akan memimpin klub di musim depan, yaitu Ade Suhendra di Adhyaksa FC. Fakta ini menjadi cermin sekaligus tantangan bagi perkembangan kualitas kepelatihan dalam negeri yang masih tertinggal dalam persaingan taktik di level tertinggi. (*)
Daftar Lengkap Pelatih Liga Super 2026/2027
Pelatih Baru (7 Klub):
- Persib: Igor Tolic (Kroasia)
- Persija: Shin Tae-yong (Korea Selatan)
- Borneo FC: Mauro Jerenimo (Portugal)
- Persik: Marcos Reina (Spanyol)
- Madura United: Ze Gomes (Portugal)
- PSM Makassar: Darije Kalezic (Bosnia dan Herzegovina)
- Garudayaksa: Milos Joksic (Serbia)
Pelatih yang Bertahan (9 Klub):
- Arema FC: Marquinhos Santos (Brasil)
Persita: Carlos Pena (Spanyol)
- Persebaya: Bernardo Tavares (Portugal)
- Bhayangkara FC: Paul Munster (Irlandia Utara)
- Bali United: Johnny Jansen (Belanda)
- PSIM Yogyakarta: Jean Paul van Gastel (Belanda)
- Persijap: Mario Lemos (Portugal)
- PSS: Pieter Huistra (Belanda)
- Adhyaksa FC: Ade Suhendra (Indonesia)
Klub yang Masih Mencari Pelatih (2 Klub):
- Malut United: Belum ditentukan (dikabarkan mengincar Fabio Lefundes)
- Dewa United: Belum ditentukan (dikabarkan mengincar Osmar Loss) (*)
Editor : Weny Firmansyah