CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Peluang Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2030 berpotensi semakin besar. Hal ini menyusul wacana FIFA yang tengah mengkaji proposal resmi untuk memperluas jumlah peserta Piala Dunia dari 48 menjadi 64 tim pada edisi 2030.
Dikutip dari BBC, Senin (13/7/2026), usulan tersebut diajukan oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) sebagai bagian dari peringatan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia. Jika disetujui, format baru itu akan menjadi ekspansi terbesar dalam sejarah turnamen dan berdampak langsung pada pembagian kuota setiap konfederasi, termasuk Asia.
Piala Dunia 2030 sendiri akan menjadi edisi yang bersejarah karena digelar di tiga benua dan enam negara. Spanyol, Portugal, dan Maroko akan menjadi tuan rumah utama, sementara Uruguay, Argentina, dan Paraguay mendapat kehormatan menggelar pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan satu abad Piala Dunia. Keenam negara tersebut dipastikan lolos otomatis ke putaran final.
Dalam laporan BBC disebutkan bahwa penambahan menjadi 64 peserta akan membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di panggung sepak bola dunia. FIFA juga diperkirakan akan melakukan perubahan besar terhadap format kompetisi, mulai dari fase grup hingga distribusi kuota masing-masing konfederasi.
Untuk kawasan Asia (AFC), kuota yang saat ini berjumlah 8,5 tiket pada format 48 tim diperkirakan meningkat menjadi sekitar 11 hingga 12 tiket otomatis apabila format 64 tim disahkan. Tambahan slot tersebut tentu menjadi kabar menggembirakan bagi negara-negara yang selama ini masih berjuang menembus putaran final, termasuk Indonesia.
Dengan bertambahnya jumlah peserta, sistem kualifikasi Asia diperkirakan tetap menggunakan beberapa tahapan. Dimulai dari babak pra-eliminasi bagi negara berperingkat rendah, kemudian fase grup awal, fase penentuan yang mempertemukan tim-tim terbaik Asia, hingga babak playoff regional dan antarkonfederasi untuk memperebutkan tiket terakhir menuju Piala Dunia.
Sementara itu, dikutip dari VivaGoal, pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan (Bung Ropan) menilai wacana tersebut menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia.
"Kalau format 64 tim benar-benar disetujui FIFA, peluang Indonesia tampil di Piala Dunia akan jauh lebih realistis. Penambahan peserta membuat persaingan di Asia lebih longgar sehingga negara seperti Indonesia memiliki kesempatan besar mengejar tiket ke putaran final," ujar Bung Ropan seperti dikutip VivaGoal oleh CEPOSONLINE.COM, Senin (13/7/2026).
Ia bahkan menilai peluang tersebut tidak hanya terbuka untuk edisi 2030, tetapi juga bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk tampil pada Piala Dunia 2034 apabila pembangunan sepak bola nasional terus berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, PSSI menyambut positif wacana tersebut sebagai target yang realistis. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, terus menjalankan program penguatan Timnas melalui naturalisasi pemain keturunan berkualitas, pembinaan usia muda, peningkatan kualitas kompetisi domestik, hingga perbaikan infrastruktur sepak bola nasional.
Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa tambahan kuota bukan berarti jalan menuju Piala Dunia akan menjadi mudah. Indonesia tetap harus bersaing dengan kekuatan-kekuatan utama Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, Arab Saudi, Uzbekistan, Yordania, Irak, hingga negara-negara lain yang juga mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Apabila FIFA benar-benar meresmikan format 64 tim, peluang Indonesia mencatat sejarah tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia akan semakin terbuka. Namun, keberhasilan tersebut tetap akan ditentukan oleh konsistensi prestasi di lapangan, kualitas pembinaan pemain, serta kesiapan menghadapi persaingan ketat dalam kualifikasi zona Asia.
Wacana ekspansi ini kini menjadi salah satu isu paling dinantikan menjelang Piala Dunia 2030, yang berpotensi mengubah peta persaingan sepak bola dunia sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak negara untuk mewujudkan mimpi tampil di ajang sepak bola terbesar di dunia.(*)