Kecewa Berat, Pelatih PSIS Beberkan Penyebab Kekalahan dari Persipura
Yohanes Palen• Minggu, 19 April 2026 - 09:06 WIB
Pelatih sementara PSIS Semarang, Anang Dwita. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN)
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Tim PSIS Semarang harus pulang dengan hasil pahit usai takluk 3-1 dari Persipura Jayapura dalam laga yang digelar di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (18/4/2026).
Kekalahan ini membuat target mencuri poin di kandang lawan gagal total.
Beto dan rekan-rekannya pun harus mengakui keunggulan tuan rumah yang tampil lebih efektif sepanjang pertandingan.
Pelatih sementara PSIS, Anang Dwita, mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya.
Meski demikian, ia tetap mencoba realistis menerima hasil akhir laga tersebut.
“Tentunya kita kecewa dengan hasil ini. Tetapi inilah sepak bola, harus ada yang kalah dan menang,”ucap Anang Dwita usai pertandingan.
Ia menilai anak asuhnya sebenarnya sudah berusaha keras untuk mengimbangi permainan Persipura.
Bahkan, PSIS sempat memperkecil ketertinggalan lewat satu gol balasan dan berupaya mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan.
Namun, harapan untuk menyamakan kedudukan sirna setelah Persipura kembali mencetak gol di menit-menit akhir, menyusul hadiah penalti yang diberikan wasit kepada tuan rumah.
“Kami berhasil mencetak satu gol balasan. Anak-anak berusaha menyamakan kedudukan, tetapi kami kembali kebobolan di menit akhir setelah penalti diberikan kepada Persipura,”jelasnya.
Meski hasil tidak berpihak, Anang tetap memberikan apresiasi atas kerja keras para pemainnya yang telah berjuang sepanjang laga.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter yang kecewa dengan hasil ini.
“Hasil ini sangat mengecewakan bagi tim dan juga suporter yang menyaksikan di Semarang,”tambahnya.
Kekalahan ini membuat posisi PSIS semakin tertekan dalam upaya keluar dari zona degradasi.
Anang menegaskan bahwa timnya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh demi memperbaiki performa di laga-laga berikutnya.
“Kami akan memperbaiki kekurangan dalam tim ini. Kami akan berusaha agar bisa terhindar dari zona degradasi,” pungkasnya. (*).