Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ibu Hamil Korban Tembak di Puncak Mengaku Ditembak TNI

E
Penulis: Elfira Halifa❯
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey saat menjenguk salah satu korban penembakan di Puncak yang saat ini sedang mendapatkan penanganan medis di salah satu rumah sakit di Jayapura. (Ceposonline.com/Dok Komnas HAM).
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey saat menjenguk salah satu korban penembakan di Puncak yang saat ini sedang mendapatkan penanganan medis di salah satu rumah sakit di Jayapura. (Ceposonline.com/Dok Komnas HAM).

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua menerima pengaduan terkait rangkaian dugaan tindakan kekerasan yang terjadi di wilayah Pogama dan Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, sejak 14 hingga 15 April 2026.


Peristiwa tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Komnas HAM Papua langsung berkoordinasi dengan Komnas HAM RI di Jakarta untuk merespons pengaduan dugaan kekerasan tersebut.

Advertisement


Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menyatakan berdasarkan temuan awal, terjadi dugaan kontak tembak pada 13 April antara kelompok sipil bersenjata dan Satgas TNI di wilayah Pogama.


“Setelah itu, diduga dilakukan operasi lanjutan oleh Satgas TNI pada 14 April di Pogama dan Kampung Kembru yang mengakibatkan adanya korban jiwa dan luka-luka,” kata Frits, saat dikonfirmasi Ceposonline.com, Sabtu (18/4/2026).


Komnas HAM juga menemukan adanya korban luka, salah satunya seorang perempuan berinisial AT yang tengah hamil enam bulan. Korban mengalami luka tembak di bagian leher.

Advertisement


Dalam keterangannya kepada tim Komnas HAM, korban mengaku ditembak di depan honai di Kampung Kembru.


Ia juga menyebut melihat aparat berseragam loreng membawa senjata, serta mendengar suara pesawat dan rentetan tembakan setelah kejadian.


Korban selanjutnya ditemukan oleh anggota TNI di dalam honai dan sempat diminta untuk difoto sebagai laporan.


Selanjutnya pada 15 April, korban bersama sejumlah korban lain dievakuasi oleh PMI dari Kabupaten Puncak Jaya ke Rumah Sakit Mulia untuk mendapatkan perawatan.

Advertisement

Artikel Terkait

Kadispendukcapil Biak Kalep Ampnir Tutup Usia, Pemda Biak Lakukan Upacara Penghormatan

Kadispendukcapil Biak Kalep Ampnir Tutup Usia, Pemda Biak Lakukan Upacara Penghormatan

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor kehilangan salah satu pejabat terbaiknya. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabu

TPP ASN Papua Juli-September Belum Lunas, Pemprov Ungkap Alasan Pembayaran Bertahap

TPP ASN Papua Juli-September Belum Lunas, Pemprov Ungkap Alasan Pembayaran Bertahap

Kabar pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) mulai menjadi angin segar bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Prov

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Telusuri Sejarah Papua, Perpustakaan Uncen Punya Koleksi Ekslusif Milik Van Ball

Di tengah arus transformasi digital yang serba cepat, di mana informasi dapat diakses dalam hitungan detik melalui gawai, sebuah tantangan b

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer