Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Jaminton Campaz Diancam Dibunuh Usai Kolombia Tersingkir, Tragedi Andrés Escobar Kembali Menghantui

Weny Firmansyah • Selasa, 14 Juli 2026 | 04:52 WIB
Jaminton Campaz. (X)
Jaminton Campaz. (X)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kekalahan Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 tak hanya menyisakan kekecewaan bagi para pendukungnya, tetapi juga memunculkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan salah satu pemainnya, Jaminton Campaz.


Dikutip dari radarkudus.jawapos.com, penyerang berusia 26 tahun itu dilaporkan menerima ancaman pembunuhan setelah gagal memanfaatkan peluang emas saat menghadapi Swiss.


Situasi tersebut membuat Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) mengambil langkah pengamanan khusus dengan memisahkan Campaz dari rombongan tim nasional saat kepulangan.

 

 Langkah itu dilakukan sebagai tindakan preventif menyusul maraknya intimidasi dan ancaman yang beredar melalui media sosial maupun saluran komunikasi lainnya.


Peristiwa ini sekaligus membangkitkan kembali ingatan publik terhadap tragedi kelam yang menimpa bek Kolombia Andrés Escobar pada 1994, sebuah peristiwa yang hingga kini menjadi salah satu bab tergelap dalam sejarah sepak bola dunia.


Kolombia harus mengakhiri perjuangannya di Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Swiss pada babak 16 besar.


Pertandingan yang berlangsung di BC Place Stadium, Vancouver, Kanada itu, berakhir imbang 0-0 selama 120 menit sebelum Swiss memastikan kemenangan 4-3 melalui adu penalti. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#piala dunia 2026