Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Inggris Diunggulkan, tetapi Norwegia Bukan Lawan Yang  Enteng

Mustakim Ali • Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:46 WIB
Ilustrasi duel pemain Inggris dan Norwegia jelang laga Perempat final Piala Dunia 2026. (Takim/CEPOSONLINE.COM)
Ilustrasi duel pemain Inggris dan Norwegia jelang laga Perempat final Piala Dunia 2026. (Takim/CEPOSONLINE.COM)

 
CEPOSONLINE.COM, MIAMI – Perempat final Piala Dunia 2026 kembali menyajikan pertandingan bergengsi saat Timnas Inggris menghadapi Norwegia di Hard Rock Stadium, Miami, Sabtu (11/7) waktu setempat atau Minggu (12/7) pukul 06.00 WIT. 

 

Laga ini diprediksi berlangsung sengit antara tim unggulan yang sarat pengalaman menghadapi kuda hitam yang tengah menikmati performa terbaiknya.

 

Inggris datang dengan status favorit setelah tampil konsisten sejak fase grup hingga babak 16 besar. Namun, Norwegia membuktikan diri bukan sekadar pelengkap turnamen setelah secara mengejutkan menyingkirkan Brasil dengan skor 2-1 untuk memastikan tiket ke delapan besar.

Secara rekor pertemuan, Inggris juga lebih unggul. Dari enam pertemuan terakhir, The Three Lions mencatat empat kemenangan, Norwegia meraih satu kemenangan, sementara satu laga lainnya berakhir imbang. 

Pertemuan terakhir kedua tim dimenangkan Inggris dengan skor 3-0 pada laga persahabatan tahun 2014. Meski demikian, sejarah dipastikan tak akan banyak berarti mengingat kedua tim kini memiliki generasi pemain yang berbeda.

Inggris diperkirakan tetap mengusung formasi 4-2-3-1 racikan Thomas Tuchel. Harry Kane menjadi ujung tombak dengan dukungan Jude Bellingham sebagai gelandang serang, serta Bukayo Saka dan Marcus Rashford dari kedua sisi lapangan. 

 

Declan Rice bersama Kobbie Mainoo diproyeksikan menjadi jangkar lini tengah, meski kondisi Rice masih dipantau. Sementara di lini belakang, absennya Jarell Quansah akibat skorsing dan kondisi Marc Guehi yang belum sepenuhnya pulih membuat Tuchel harus menyiapkan opsi lain.

 

Di kubu Norwegia, pelatih Ståle Solbakken diprediksi tetap mempertahankan formasi 4-3-3 yang sukses membawa timnya menumbangkan Brasil. Erling Haaland menjadi ujung tombak dengan dukungan Antonio Nusa dan Alexander Sørloth, sedangkan Martin Ødegaard berperan sebagai pengatur ritme permainan.

 

Secara taktik, Inggris diperkirakan lebih dominan dalam penguasaan bola. Pergerakan Harry Kane yang kerap turun menjemput bola diyakini akan membuka ruang bagi Saka maupun Rashford melakukan penetrasi dari sisi lapangan. Kombinasi Jude Bellingham dan Declan Rice juga menjadi kekuatan utama Inggris dalam mengontrol tempo permainan.

 

Sebaliknya, Norwegia diperkirakan memilih bermain lebih sabar dengan blok pertahanan rapat sebelum melancarkan serangan balik cepat. Kecepatan Antonio Nusa dan kreativitas Martin Ødegaard menjadi senjata utama untuk memaksimalkan penyelesaian akhir Erling Haaland.

 

Duel John Stones melawan Haaland diperkirakan menjadi salah satu kunci pertandingan. Selain itu, pertarungan Jude Bellingham menghadapi Ødegaard di lini tengah juga diyakini akan menentukan tim mana yang mampu menguasai jalannya laga.

 

Inggris diprediksi menguasai sekitar 60 persen penguasaan bola. Namun, efektivitas serangan balik Norwegia tetap menjadi ancaman serius, terutama jika Haaland mendapatkan ruang di dalam kotak penalti.

Dikutip dari BBC, perang urat saraf sudah dimulai sebelum pertandingan. Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, mengakui Inggris adalah tim favorit, namun menurutnya tekanan justru berada di kubu The Three Lions.

"Inggris adalah favorit, tetapi mereka bukan favorit mutlak," ujar Solbakken.

Ia juga menilai banyaknya pemain Norwegia yang berkarier di Premier League bukan berarti menjadi keuntungan.

"Memang ada beberapa pemain kami yang sering berhadapan dengan pemain Inggris. Namun mungkin dua pemain terbaik mereka justru bermain di luar Liga Inggris, yakni Harry Kane dan Jude Bellingham. Saya tidak tahu apakah itu benar-benar menguntungkan, karena setiap pertandingan memiliki ceritanya sendiri," katanya.

Striker Norwegia, Erling Haaland, juga melempar tekanan kepada Inggris.

"Ini adalah pertandingan yang sangat spesial karena saya bermain di Inggris dan lahir di Inggris. Inggris harus percaya diri untuk melaju, ini adalah Inggris. Ada beberapa tim yang jelas difavoritkan dan Inggris salah satunya. Saya pikir media harus memberikan semua tekanan kepada The Three Lions," ujar Haaland.

Dari kubu Inggris, Thomas Tuchel menegaskan fokus timnya bukan pada tekanan, melainkan membangun mental juara.

"Saya mencoba membangun agar para pemain dapat menunjukkan kualitasnya. Mentalitas, kebersamaan, daya juang, dan rasa lapar adalah bagian tertinggi dari sepak bola Inggris. Para pemain kami memilikinya di level tertinggi," kata Tuchel.

Sementara Harry Kane menolak membandingkan dirinya dengan Haaland dalam perebutan status penyerang terbaik.

"Tidak mungkin saya menjawabnya. Kami adalah pemain yang sepenuhnya berbeda. Saya melihat diri saya sebagai pemain yang berbeda, meskipun kami sama-sama mencetak banyak gol," ujar Kane.

Bek muda Inggris, Nico O'Reilly, mengakui kualitas Haaland, namun menegaskan timnya tidak akan terpaku pada satu pemain.

"Erling adalah Erling. Kami semua tahu seperti apa dia. Dia bisa mencetak gol dan sangat berbahaya di kotak penalti. Dia ancaman nyata, tetapi saya tidak terlalu fokus hanya kepadanya," ucap O'Reilly.

Melihat kualitas kedua tim, Inggris masih sedikit lebih diunggulkan berkat pengalaman di turnamen besar, kualitas individu, serta kedalaman skuad yang lebih merata. Namun, keberhasilan Norwegia menyingkirkan Brasil menjadi bukti bahwa mereka memiliki kapasitas untuk kembali menciptakan kejutan.

Prediksi Ceposonline.com: Inggris 2-1 Norwegia. Harry Kane diperkirakan kembali menjadi pembeda, tetapi Erling Haaland tetap berpotensi menjadi ancaman serius hingga peluit panjang dibunyikan.(*)

Editor : Weny Firmansyah
#norwegia #Ceposonline.com #inggris