Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Balik "Jaminan Direktur" RSUD Ramela: Ketika Kemanusiaan Ditempatkan di Atas Administrasi

M
Penulis: Mustakim Ali❯
Direktur Utama RSUD Ramela, Fredriks Y. Hisage (kemeja batik putih) saat dampingi Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat mengunjungi pasien di RSUD Ramela, Jumat (10/7/2026).(Takim/CEPOSONLINE.COM)
Direktur Utama RSUD Ramela, Fredriks Y. Hisage (kemeja batik putih) saat dampingi Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru saat mengunjungi pasien di RSUD Ramela, Jumat (10/7/2026).(Takim/CEPOSONLINE.COM)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Di tengah berbagai persoalan pelayanan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu yang terkendala identitas maupun jaminan kesehatan, RSUD Ramela Muara Tami, Kota Jayapura, mengambil langkah yang tidak lazim.


Sejak April 2025, Direktur Utama RSUD Ramela, Fredriks Y. Hisage, S.KM., M.KM, menerapkan kebijakan "Jaminan Direktur", sebuah keputusan yang memastikan pasien dalam kondisi darurat tetap mendapatkan pelayanan medis meski belum memiliki BPJS, kartu identitas, bahkan tanpa didampingi keluarga.


Kebijakan tersebut lahir dari satu prinsip sederhana: keselamatan pasien harus didahulukan daripada urusan administrasi.

Advertisement


Hingga pertengahan 2026, sebanyak 125 pasien telah mendapatkan pelayanan melalui program Jaminan Direktur. Jika dihitung berdasarkan biaya pelayanan medis, nilainya telah mencapai sekitar Rp1,2 miliar.


Angka itu bukanlah jumlah yang kecil bagi rumah sakit milik pemerintah daerah yang juga menghadapi berbagai keterbatasan anggaran.


"Untuk jumlah pasien yang menggunakan Jaminan Direktur sampai saat ini ada sekitar 125 pasien. Kalau dinominalkan biaya pelayanannya mencapai sekitar Rp1,2 miliar," ujar Fredriks Hisage ke Ceposonline.com, Jumat (10/7/2026).

Advertisement


Namun, yang membuat kebijakan ini berbeda adalah sumber pembiayaannya. Hingga kini belum tersedia pos anggaran khusus untuk program tersebut.


Menurut Fredriks, seluruh biaya masih dicatat sebagai klaim internal sambil menunggu adanya mekanisme penganggaran dari pemerintah.


"Belum ada rekening atau pos anggaran khusus untuk membiayai Jaminan Direktur. Karena itu sementara kami lakukan simulasi dan pencatatan. Nanti akan kami koordinasikan kepada pimpinan agar bisa direalisasikan," katanya.


Mengutamakan Nyawa, Administrasi Menyusul

Advertisement

Artikel Terkait

Pemkab Lanny Jaya Dorong SDM Lokal Jadi Bagian Penting Pelayanan Kesehatan 

Pemkab Lanny Jaya Dorong SDM Lokal Jadi Bagian Penting Pelayanan Kesehatan 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati, Sekda, dan rombongan

Sering Diabaikan Dalam Perawatan Harian, Garis Gusi dan Sela gigi Bisa Picu Masalah ini

Sering Diabaikan Dalam Perawatan Harian, Garis Gusi dan Sela gigi Bisa Picu Masalah ini

Untuk menjaga kesehatan gizi dan mulut, masyarakat rutin melakukan gosok gigi tiap kali mandi maupun menjelang tidur malam.

Tren Lari Terus Meningkat, Kesehatan Tulang dan Sendi Perlu Jadi Perhatian

Tren Lari Terus Meningkat, Kesehatan Tulang dan Sendi Perlu Jadi Perhatian

Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari mendorong perhatian terhadap kesiapan fisik pelari, termasuk kesehatan tulang dan sendi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer