Dekranasda Tolikara Bangun Harapan, Angkat Budaya dan Buka Jalan Kesejahteraan Perajin

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Semangat membangun Tolikara tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat.
Komitmen itulah yang ditunjukkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tolikara saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung pada 9 hingga 12 Juli 2026.
Dipimpin Ketua Dekranasda Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, didampingi Wakil Ketua, jajaran pengurus, anggota, serta perwakilan kader dari berbagai distrik, kehadiran Tolikara menjadi bukti bahwa daerah di Pegunungan Papua siap tampil membawa kekayaan budaya lokal ke panggung nasional.
Bagi Dekranasda Tolikara, peringatan HUT Dekranas bukan sekadar seremoni tahunan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang kerja sama untuk mempercepat kemajuan para perajin dan pelaku UMKM di Kabupaten Tolikara.
Ketua Dekranasda Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, menegaskan bahwa setiap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari forum nasional ini akan dibawa pulang untuk memperkuat pembinaan masyarakat, meningkatkan kualitas produk, serta menciptakan lebih banyak peluang ekonomi bagi para perajin lokal.
Sebanyak 42 peserta dari Kabupaten Tolikara yang terdiri atas pengurus Dekranasda, TP PKK, sekretariat, ketua-ketua Pokja, hingga perwakilan kader dari berbagai distrik mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka diharapkan menjadi penggerak perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan semangat baru dalam mengembangkan kerajinan dan UMKM di daerah.
Selama lebih dari satu tahun kepengurusan, Dekranasda Kabupaten Tolikara telah menunjukkan hasil yang membanggakan. Sebanyak 23 motif kain khas Tolikara berhasil dikembangkan, baik dalam bentuk kain printing maupun batik tulis. Setiap motif mengangkat identitas budaya masyarakat Tolikara serta kekayaan alam Papua, seperti buah merah dan berbagai ornamen khas daerah.
Bagi Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, setiap lembar kain bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan jati diri, sejarah, dan kekayaan budaya Tolikara kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Dekranasda Tolikara juga terus mempersiapkan diri menghadapi pameran kerajinan tingkat nasional di Jakarta pada September mendatang. Ajang tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan batik tulis, kerajinan tangan, serta berbagai produk unggulan Tolikara kepada pasar nasional yang lebih luas.
Ke depan, berbagai program pelatihan akan terus diperluas, mulai dari pembuatan batik tulis, mahkota adat, anyaman, hingga beragam kerajinan berbasis kearifan lokal. Seluruh program tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tolikara sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.



