CEPOSONLINE.COM, BIAK – Kabupaten Biak Numfor tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam sektor ekonomi kerakyatan. Dalam pelantikan kepala kampung pada Jumat (17/4), Bupati Markus Mansnembra mengungkapkan bahwa 25 kampung di Biak telah disiapkan untuk menjadi basis program Strategis Nasional melalui pengembangan "Kampung Nelayan Modern".
Program yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini merupakan replikasi dari kesuksesan Kampung Samber-Binyeri, yang sebelumnya telah diakui sebagai percontohan tingkat nasional.
"Kita bersyukur Biak Numfor terus didorong untuk melaksanakan program strategis nasional. Kali ini, sebanyak 25 kampung sedang disiapkan melalui survei percepatan pembangunan sektor perikanan," ujar Bupati Markus di hadapan ratusan kepala kampung yang baru dilantik.
Dalam rancangannya, proyek ambisius ini akan menggunakan sistem integrasi yang terdiri dari 4 kampung sebagai pusat (hub) dan 21 kampung sebagai penyangga (buffer). Skema ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri perikanan yang mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Namun, Bupati memberikan peringatan keras (warning) kepada para kepala kampung agar tidak menyia-nyiakan peluang emas ini. Syarat mutlak yang diminta oleh pemerintah pusat adalah kepastian dan kesiapan lokasi pembangunan.
"Saya berharap ini menjadi momen berharga. Masalah utama saat ini adalah menyangkut lokasi. Saya minta para kepala kampung segera siapkan lahan. Jika saudara tidak sanggup menyiapkan lokasi, maka program untuk kampung tersebut akan digeser ke kampung lain yang lebih siap," tegasnya.
Bupati menambahkan bahwa inovasi dan kreativitas kepala kampung sangat diuji dalam program ini. Mengingat Biak adalah wilayah pesisir dan kepulauan, serta adanya kebijakan refocusing anggaran dari pemerintah pusat, kehadiran program strategis nasional seperti Koperasi Nelayan Merah Putih menjadi angin segar bagi pendapatan masyarakat kampung.
"Visi kita sama, yakni menyejahterakan masyarakat melalui potensi lokal. Dengan masa jabatan 8 tahun, kepala kampung punya waktu yang cukup untuk merealisasikan janji kampanye melalui inovasi seperti kampung nelayan modern ini," tutup Bupati.
Pengembangan 25 kampung nelayan ini diproyeksikan akan memperkuat posisi Biak Numfor sebagai beranda terdepan perikanan nasional di kawasan Pasifik, sekaligus menjadi solusi konkret dalam meningkatkan taraf hidup Orang Asli Papua (OAP) secara berkelanjutan. (*)
Editor : Weny Firmansyah