
CEPOSONLINE.COM, TOLIKARA-Dari jantung Pegunungan Papua Kabupaten Tolikara di tanah yang jauh dari hiruk pikuk kota.
semangat seorang perempuan bernama Raden Ajeng Kartini tetap hidup,menyala,dan bertumbuh.
Di sebuah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal,yang justru menyimpan kekuatan besar,ratusan perempuan berkumpul dalam satu semangat: bangkit, dan melangkah maju.
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tolikara mengelar Peringatan Hari Ulang Tahun HUT Kartini tingkat Kabupaten Tolikara di Aula GIDI Karubaga Selasa, 21 April 2026.
Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni,melainkan perayaan keberanian perempuan Tolikara,yang setiap hari berjuang dalam diam.
Mereka adalah mama-mama yang bangun sebelum matahari terbit,menggendong noken,menjaga keluarga, dan menanam harapan bagi generasi masa depan.
Kegiatan lomba menghias wajah menjadi simbol yang lebih dalam,bahwa kecantikan perempuan Tolikara bukan hanya pada rupa,tetapi pada keberanian, keteguhan, dan jati diri. Setiap sentuhan kuas di wajah,adalah cerita tentang percaya diri,tentang bangkit dari keterbatasan,dan tentang keinginan untuk terus bersinar.
Panggung kemudian berubah menjadi ruang ekspresi budaya,saat ibu-ibu TP-PKK dari seluruh Pokja tampil dalam balutan busana Nusantara.
Langkah mereka sederhana,namun penuh makna. Senyum mereka hangat,namun menyimpan kekuatan besar.
Dari pegunungan Papua Tolikara, mereka membawa Indonesia ke atas panggung. Menegaskan bahwa perempuan Tolikara mampu berdiri sejajar,tanpa kehilangan jati diri.
Tepuk tangan yang bergema,bukan sekadar apresiasi,tetapi penghormatan atas perjuangan panjang perempuan.



