CEPOSONLINE.COM, BIAK – Siswa-siswi Kelas XII SMKS YPK 1 Pariwisata Biak mendapatkan wawasan baru tentang peluang kerja di Jepang.
Hal ini disampaikan melalui sosialisasi yang diselenggarakan oleh Jayadi Global Education Centre (JGEC).
Lembaga ini hadir untuk memperkenalkan program pengenalan dunia kerja serta pelatihan bahasa Jepang bagi calon pekerja migran Indonesia, khususnya bagi mereka yang tertarik untuk bekerja di Jepang.
Dalam kegiatan ini, Rifung, perwakilan dari JGEC, menjelaskan berbagai peluang yang terbuka bagi para siswa, termasuk dari Papua, untuk bekerja di sektor-sektor yang sedang sangat membutuhkan tenaga kerja muda dan terampil.
Rifung menyampaikan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang saat ini sangat baik, terutama dalam penyediaan tenaga kerja.
Jepang membuka banyak peluang di lima sektor utama, yaitu: pertanian, pengolahan makanan, perhotelan, perawat jompo, dan peternakan perikanan.
Sektor-sektor ini mengalami kekurangan tenaga kerja karena perubahan demografi di Jepang, di mana banyak orang muda tidak tertarik untuk menikah atau memiliki anak, serta tingginya angka pensiun pada kalangan lanjut usia.
Oleh karena itu, Pemerintah Jepang gencar mencari pekerja muda dari luar negeri untuk mengisi kekosongan di berbagai bidang.
Menurut data yang disampaikan oleh Rifung, sekitar 5,6 persen tenaga kerja asing di Jepang saat ini berasal dari Indonesia.
Jumlah ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah menjadi salah satu negara penyedia tenaga kerja asing yang signifikan di Jepang.
Di tengah tantangan demografi dan tingginya angka pengangguran di Indonesia, yang mencapai 7,2 juta orang, peluang kerja di Jepang dapat menjadi solusi yang menjanjikan, terutama bagi lulusan SMA dan SMK yang memiliki keterampilan khusus.
Tidak hanya menyediakan peluang kerja, JGEC juga menawarkan program peningkatan kemampuan bahasa Jepang bagi para pencari kerja.
Program ini diharapkan dapat membantu para calon tenaga kerja Indonesia, termasuk yang berasal dari Papua, untuk mempersiapkan diri dengan baik, sehingga mampu berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jepang.
“Jepang sangat membutuhkan tenaga kerja di sektor pertanian, khususnya dari kalangan muda yang mau belajar dan bekerja keras.”
“Banyak lahan pertanian yang kosong karena tidak ada generasi muda Jepang yang tertarik untuk menggarapnya,” ungkap Rifung.
Sosialisasi ini disambut antusias oleh para siswa dan guru di SMKS YPK 1 Pariwisata Biak.
Mereka berharap program ini dapat menjadi jembatan bagi siswa-siswi Papua yang berminat bekerja di Jepang.
Para siswa juga mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kehidupan dan budaya kerja di Jepang, termasuk peluang dan tantangan yang mungkin mereka hadapi.
Ditempat yang berbeda, Kepala Sekolah SMKS YPK 1 Pariwisata, Riana Puspitasarie, menanggapi Kesempatan ini tentu akan membuka cakrawala baru bagi siswanya, sehingga mereka tidak hanya memiliki kesempatan bekerja di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional.
Jepang adalah negara dengan banyak peluang kerja di berbagai sektor, terutama yang membutuhkan tenaga kerja muda, terampil, dan berdedikasi tinggi.
Dia berharap melalui sosialisasi ini, siswa kami bisa lebih percaya diri untuk mengejar kesempatan bekerja di Jepang dan siap berkontribusi secara positif bagi keluarga, masyarakat, dan negara.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Jayadi Global Education Centre (JGEC) yang telah berbagi wawasan dan informasi penting tentang peluang kerja di Jepang bagi siswa-siswi Kelas XII kami. Program pengenalan dunia kerja dan peningkatan kemampuan bahasa Jepang ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa SMK, khususnya di SMKS YPK 1 Pariwisata Biak yang memang kami siapkan untuk langsung siap kerja,” tambahnya. (*)
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada JGEC yang telah memberikan sosialisasi kepada siswa-siswi kami dengan program bahasa Jepang. Dengan keterampilan ini, siswa kami tidak hanya akan memahami bahasa, tetapi juga budaya kerja di Jepang, yang tentunya akan mendukung kesiapan mereka di dunia kerja. Semoga sinergi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang nyata bagi generasi muda Papua,” pungkasnya. (*)
Editor : Gratianus Silas