Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setelah Inggris, Jepang Minta Warga Siapkan Stok Kebutuhan Darurat hingga 7 Hari. Ada Apa?

L
Penulis: Lucky Ireeuw❯
Ilustrasi. (GEMINI AI)
Ilustrasi. (GEMINI AI)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Jika Inggris memperingatkan warganya menyiapkan diri terkait ancaman militer dari negara-negara yang dianggap bermusuhan. Jepang juga mengimbau masyarakatnya menyimpan persediaan kebutuhan pokok untuk menghadapi kondisi darurat.

Namun Jepang menitikberatkan imbauan tersebut pada kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama gempa bumi.
Menteri Penanggulangan Bencana Jepang Goshi Hosono mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan imbauan darurat kepada masyarakat pada 2 November mendatang. Tanggal tersebut bertepatan dengan dimulainya operasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jepang yang baru.
Dilansir dari jawapos.com,  sebagaimanan dilaporkan stasiun televisi Jepang FNN pada Selasa (27/10), Menteri Penanggulangan Bencana Jepang Goshi Hosono menyebut rumah tangga perlu memiliki persediaan yang cukup untuk bertahan setidaknya tiga hari tanpa bantuan dari pemerintah. Jika memungkinkan, masyarakat disarankan menyiapkan kebutuhan untuk satu minggu.
Persediaan itu mencakup air minum, makanan tahan lama, serta perlengkapan sanitasi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi situasi ketika gempa bumi atau bencana lain mengganggu pasokan listrik, air bersih, transportasi, hingga distribusi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah Jepang merekomendasikan masyarakat menyimpan sekitar tiga liter air minum per orang setiap hari. Artinya, satu orang membutuhkan sedikitnya sembilan liter air untuk persediaan selama tiga hari, atau sekitar 21 liter untuk kebutuhan satu minggu.
Selain air, warga dianjurkan menyiapkan makanan yang tidak mudah rusak dan dapat disimpan dalam waktu lama. Beras, makanan kaleng, serta makanan kering menjadi beberapa pilihan untuk memenuhi kebutuhan keluarga ketika akses ke toko dan layanan publik terganggu.
Perlengkapan sanitasi juga menjadi bagian penting dari persiapan darurat. Pemerintah menyarankan penggunaan toilet portabel atau kantong khusus untuk kebutuhan buang air, dengan perkiraan lima kali penggunaan per orang setiap hari.
Dengan persediaan tersebut, keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus segera bergantung pada bantuan dari luar ketika bencana terjadi.
Masyarakat juga dianjurkan menyiapkan tas darurat yang mudah dijangkau. Isinya antara lain senter, baterai cadangan, power bank, kotak pertolongan pertama, obat-obatan resep, peluit, dan uang tunai dalam pecahan kecil. Perlengkapan tersebut berguna ketika listrik padam, jaringan komunikasi terganggu, atau transaksi elektronik tidak dapat digunakan.

Imbauan terbaru itu sejalan dengan kebijakan kesiapsiagaan bencana yang telah lama diterapkan Jepang. Negara tersebut berada di kawasan rawan gempa sehingga masyarakat didorong untuk memiliki cadangan kebutuhan pokok sebelum bencana terjadi.
Gempa besar berpotensi mengganggu berbagai layanan sekaligus. Kerusakan jalan dapat menghambat distribusi logistik, sedangkan gangguan listrik dan air bersih bisa membuat aktivitas rumah tangga tidak berjalan normal selama beberapa hari.
Pemerintah Jepang juga akan memperkuat koordinasi penanganan bencana melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang mulai beroperasi pada 2 November 2026.
Sebelumnya diberitakan, saat Jepang menekankan risiko bencana alam, Inggris mendorong kesiapsiagaan masyarakat dengan latar belakang kekhawatiran terhadap meningkatnya ancaman keamanan dalam hal ini perang.
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting memperingatkan bahwa negara-negara yang dianggap bermusuhan dapat memiliki kekuatan militer dan ekonomi perang yang cukup untuk mengancam Inggris pada 2030.
Dia juga memperingatkan bahwa Inggris dan sekutu-sekutunya di NATO memiliki waktu “sedikit lebih dari 1.000 hari” untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan harus berperang dan menang jika situasi mengharuskannya.
Ancaman yang diantisipasi tidak terbatas pada konflik militer konvensional. Serangan siber, sabotase, ancaman drone, serta gangguan terhadap layanan penting seperti perbankan, transportasi, dan rumah sakit juga menjadi perhatian.
Melalui kampanye kesiapsiagaan 'Be Ready', pemerintah Inggris mengimbau rumah tangga memiliki persediaan untuk bertahan setidaknya 72 jam atau tiga hari.(*)

Advertisement

Artikel Terkait

Atasi Krisis Donor Organ, Jepang Siapkan Uji Coba Ginjal Babi untuk Manusia

Atasi Krisis Donor Organ, Jepang Siapkan Uji Coba Ginjal Babi untuk Manusia

Jepang bersiap memulai uji klinis transplantasi ginjal babi ke manusia pada 2028. Jika berhasil, prosedur tersebut akan menjadi yang pertama dilakukan di negara itu dan diharapkan menjadi solusi atas minimnya ketersediaa

Dramatis di Injury Time! Brasil Pulangkan Jepang, Martinelli Jadi Pahlawan

Dramatis di Injury Time! Brasil Pulangkan Jepang, Martinelli Jadi Pahlawan

Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Jepang dengan skor dramatis 2-1 pada laga babak 32 besar.

Tak Ada Jalan Pulang! Brasil vs Jepang, Siapa Angkat Koper Lebih Dulu?

Tak Ada Jalan Pulang! Brasil vs Jepang, Siapa Angkat Koper Lebih Dulu?

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan laga bergengsi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer