CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Manajemen PSBS Biak memberikan respons terkait PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang membatalkan agenda laga melawan PSS Sleman di Stadion Lukas Enembe Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Kepada Ceposonline.com via telepon pada Jumat, 4 April 2025, Presiden PSBS Biak, Yan Mandenas, mengungkap penyebab PT LIB membatalkan laga yang sejatinya digelar di Papua tersebut.
Diketahui, sebelumnya, PSBS Biak sudah mendapat lampu hijau dari PT LIB untuk melakoni laga kandang di Stadion Lukas Enembe pada 10 April 2025.
Namun, berdasarkan Surat LIB Nomor 576/LIB-KOM/III/2025 tanggal 27 Maret 2025, PT LIB melakukan perubahan venue dan jadwal pertandingan antara kedua tim.
"LIB memutuskan perubahan jadwal dan venue pertandingan BRI Liga 1 pekan ke-28 antara PSBS Biak vs PSS Sleman tanggal 11 April 2025," tertulis dalam surat yang dikeluarkan PT LIB.
Perubahannya meliputi venue pertandingan yang dialihkan ke Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, serta jadwal laga yang diundur sehari, dari 10 April menjadi 11 April 2025.
Adapun Yan Mandenas menyebutkan bahwa terdapat 3 hal yang menjadi faktor utama PT LIB membatalkan laga PSBS Biak vs PSS Sleman di Papua.
“Pertama, Stadion Lukas Enembe belum terlalu siap untuk laga yang digelar malam hari.”
“Ini jadi salah satu faktor, sehingga kita tidak bertanding di Jayapura,” ungkap Yan Mandenas.
Kedua, arus balik mudik Lebaran menyebabkan sulitnya mendapat seat penerbangan ke Papua maupun pulang dari Papua.
“Ini terutama untuk mobilisasi logistik perangkat pertandingan, seperti mobil VAR dan yang lainnya,” tambahnya.
Ketiga, PSS Sleman kesulitan mendapatkan seat penerbangan ke Papua, maupun kembali dari Papua usai pertandingan.
Adapun hal ini masih ada kaitannya dengan arus balik mudik pascalibur Lebaran.
“Karena untuk ke Papua masih full seat,” sambungnya lagi.
Demikian, tiga hal inilah yang menyebabkan PT LIB membatalkan laga antara PSBS Biak dan PSS Sleman digelar di Jayapura, Papua.
Namun, di luar dari kendala arus balik mudik yang bersifat di situasional pada momen Lebaran, Mandenas memberi atensi khusus terhadap kesiapan Stadion Lukas Enembe.
Kata Mandenas, masalah kesiapan Stadion Lukas Enembe ada pada lampu penerangan yang belum memenuhi syarat minimal untuk menggelar pertandingan di malam hari.
“Minimal itu 1.200 - 1.500 lux untuk menerangi Stadion Lukas Enembe, baru kita bisa main malam,” katanya.
Namun, Mandenas mengatakan bahwa Pemprov Papua sudah tanggap terhadap kendala yang ada di Stadion Lukas Enembe, sehingga langsung mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki lampu yang rusak.
“Dengan demikian, mudah-mudahan lawan Barito Putera pada 26 April 2025 nanti, kita sudah bisa main di Stadion Lukas Enembe.”
“Sebab, lawan Barito Putera juga nanti kita akan main malam (hari),” jelasnya.
Dengan kata lain, perubahan jadwal dan venue pertandingan yang terjadi hanya berlaku untuk laga melawan PSS Sleman.
Sementara laga kandang PSBS Biak yang lainnya tetap diselenggarakan di Stadion Lukas Enembe. (*)
Editor : Gratianus Silas