Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalan Alternatif Kalkote Kembali Dipalang Jelang Festival Danau Sentani

R
Penulis: Rohana Wenggi❯
Lokasi pemalangan jalan Khalkote Distrik Sentani Timur, sejumlah masyarakat pemilik hak ulayat menuntut kejelasan status pembayaran, Sabtu (22/8/2026).(CEPOSONLINE.COM_ROHANA WENGGI)
Lokasi pemalangan jalan Khalkote Distrik Sentani Timur, sejumlah masyarakat pemilik hak ulayat menuntut kejelasan status pembayaran, Sabtu (22/8/2026). (CEPOSONLINE.COM_ROHANA WENGGI)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, SENTANI -Jalan alternatif Kalkhote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, kembali dipalang, Sabtu (22/8/2026). 

 Situasi memanas, aksi adu mulut terjadi antara sejumlah pemilik hak wilayah menjelang pelaksanaan Pra Festival Danau Sentani yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus 2026.

Pemalangan dilakukan sebagai bentuk tuntutan masyarakat adat yang mengklaim belum adanya kejelasan terkait pembayaran atas penggunaan wilayah yang menjadi akses jalan alternatif tersebut.

Advertisement

Aksi pemalangan dilakukan secara serentak di sejumlah titik, mulai dari wilayah Keleblouw hingga Nendali, yang merupakan salah satu akses menuju kawasan pelaksanaan Festival Danau Sentani.

Ondofolo Keleblouw, Laurens Hansaka, mengatakan pemalangan tersebut merupakan bagian dari perjuangan masyarakat adat untuk mendapatkan kejelasan atas hak mereka yang menurutnya telah diperjuangkan selama delapan tahun.

“Perjuangan kami delapan tahun untuk menuntut hak kami, tetapi tidak ada jawaban dari Pemerintah Provinsi Papua. Sehingga palang ini kami lakukan,” kata Laurens, Sabtu (22/8/2026).

Advertisement

Ia menjelaskan, sebelumnya masyarakat telah melakukan pertemuan bersama Bupati Jayapura, Yunus Wonda, di Obeh Keleblouw. Dalam pertemuan tersebut, disepakati pemalangan tetap dilakukan, sementara pemerintah daerah akan memfasilitasi masyarakat dan para Ondoafi untuk berdialog langsung dengan Gubernur Papua guna mencari solusi atas persoalan tanah tersebut.

“Setelah pertemuan dengan Bupati Jayapura, Yunus Wonda yang sebelumnya Ketua Harian PB PON Papua, beliau setuju membantu kami menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.

Laurens menegaskan, pemalangan akan terus dilakukan hingga ada kejelasan terkait tuntutan masyarakat adat. Namun, ia memastikan aksi tersebut tidak ditujukan untuk menghambat pelaksanaan Festival Danau Sentani.

“Kami tidak akan mengganggu aktivitas pelayanan Festival Danau Sentani. Kami hanya menuntut pembayaran jalan alternatif yang sampai saat ini belum ada kejelasan,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Editor : Agung Trihandono

Artikel Terkait

Tak Hanya Mama Janda, Warga Non OAP Juga Dapat Bantuan Kasih dari Ondoafi

Tak Hanya Mama Janda, Warga Non OAP Juga Dapat Bantuan Kasih dari Ondoafi

Sikap menjaga kebersamaan, kerukunan dan toleransi ditunjukkan Ondoafi Ifar Besar Sentani, Alfius Imerson C Nicolaas Joku pada perayaan HUT

Aksi Demo KNPB Ikut Mengganggu Aktivitas Ekonomi di Pos 7 Sentani

Aksi Demo KNPB Ikut Mengganggu Aktivitas Ekonomi di Pos 7 Sentani

Aksi demonstrasi yang dilakukan KNPB Wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, sempat menimbulkan ketegangan di kawasan Jalan Masuk Pos 7

Memeriahkan Bulan Bung Karno, PDIP Papua Tanam Pohon Sagu di Kampung Sereh Sentani

Memeriahkan Bulan Bung Karno, PDIP Papua Tanam Pohon Sagu di Kampung Sereh Sentani

Dalam rangka menyambut Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Papua bersama pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota menggelar aksi penanaman pohon sagu di Kampung Sereh, Sentani, Kabupa

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer