Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

10.000 Massa Hadiri Kampanye Akbar Romanus-Muyak di Merauke

Yulius Sulo • Rabu, 20 November 2024 | 14:12 WIB
Kampanye akbar Romanus Mbaraka dan Albertus Muyak di Merauke, Papua Selatan.
Kampanye akbar Romanus Mbaraka dan Albertus Muyak di Merauke, Papua Selatan.

CEPOSONLINE.COM,  MERAUKE – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan, Romanus Mbaraka dan Albertus Muyak, melakukan kampanye akbar di Merauke, Papua Selatan, Rabu (20/11/2024).

Adapun kampanye akbar ini dihadiri 10.000 massa.

Kampanye ini diawali dengan konvoi dari Tugu Lingkaran Brawijaya (Libra) hingga masuk ke lapangan Monumen Kapsul Waktu Merauke.

Dalam kampanyenya, Romanus menekankan akan melakukan pemberdayaan terhadap Orang Asli Papua Selatan.

“Hari ini Papua Selatan sudah jadi. Jadi, besok Romanus-Muyak jadi (Gubernur dan Wakil Gubernur), maka dari cleaning service sampai eselon II dan Sekda, semua orang Papua Selatan,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan, Romanus menilai bahwa orang Papua Selatan sangat sulit menjadi pejabat di Kantor Gubernur Dok 2 Jayapura saat Provinsi Papua Selatan masih bergabung dengan Provinsi Papua.

Tak ayal, bagian selatan Papua diperjuangkan menjadi provinsi.

“Perjuangan ini dimulai dari bapak Samosir sampai John Gluba Gebze bersama Yuven Biakai.”

Ketika terpilih nantinya, Romanus sebagai Gubernur Papua Selatan akan berkoordinasi dengan semua bupati agar penerimaan pegawai diatur merata.

“Artinya, nanti provinsi tanggung berapa dan kabupaten tanggung berapa,” ujarnya.

“Dengan demikian, semua anak-anak (Papua) selatan masuk menjadi pegawai. Dan anak-anak honorer semua bisa ditampung.”

“Itu tujuan provinsi Papua Selatan,” tambahnya.

Selain itu, sambung dia, orang Papua Selatan harus cerdas, dan harus sekolah.

Anak-anak Papua Selatan juga bisa disekolahkan ke luar negari.

Romanus  Mbaraka mengajak  masyarakat Papua Selatan untuk maju dan membangun Papua Selatan secara bersama-sama.

“Orang  Papua selatan tidak boleh lapar.”

Ia menekankan agar tradisi  Ndambu di Kimaam harus dilestarikan, termasuk pesta budaya di Asmat juga harus dilestarikan, bahkan dibuat lebih bagus lagi.

‘’Asmat besok harus betul-betul menjadi kota budaya. Boven Digoel harus betul-betul  menjadi kota buah-buahan dan kota tambang agar besok pasir tidak didatangkan dari luar,’’ katanya. 

Dalam kampanye  yang dimulai sekitar  pukul 12.00 WIT itu, sejumlah janji lainnya disampaikan kepada massa pendukung  dari pasangan  nomor urut 3 Romanus Mbaraka yang memenuhi lapangan Monumen Kapsul Waktu  Merauke tersebut. (*)

Editor : Gratianus Silas
#Selatan #Ceposonline.com #Orang Asli Papua #PAPUA SELATAN