CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Biaya pendidikan yang mahal nampaknya kini masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di Indonesia.
Ditengah banyak program Pemerintah untuk memberikan pendidikan gratis namun itu belum bisa terealisasi disemua daerah di Indonesia.
Kota Jayapura merupakan salah satu daerah yang belum bisa menerapkan pendidikan gratis tersebut.
Kendatipun ada program beasiswa gratis yang diberikan oleh Pemerintah saat ini, namun itu tidak menjangkau semua kalangan masyarakat atau siswa.
Namun patut diapresiasi karena Pemkot Jayapura telah memprogramkan biaya pendidikan gratis bagi anak-anak Port Numbay melalui program Kartu Numbay Pintar lewat dana OTSUS.
Sayangnya ditengah hiruk pikuk Pilkada Kota Jayapura 2024 ini, ada salah satu Pasangan Calon yang menawarkan Pendidikan gratis.
Kampanye Pendikan gratis ini nampaknya cukup menarik simpatik masyarakat Kota Jayapura.
Namun tak sedikit warga yang pesimis dengan tawaran kampanye pendidikan gratis tersebut.
Apakah tarawan pendidikan gratis ini nantinya bakal direalisasikan, atau sebaliknya hanya slogan kampanye untuk menarik simpati warga Kota Jayapura.
Apalagi jika melihat jumlah siswa di Kota Jayapura yang mencapai 66 ribu lebih yang tersebar di 5 Distrik di Kota Jayapura, maka APBD Kota Jayapura tak mampu membiayai itu.
Seperti diketahui tahun 2024 ini Pemkot Jayapura bersama DPRD Kota Jayapura telah menetapkan APBD Kota Jayapura sebesar 1,7 triliun.
Anggaran ini masih banyak dipakai untuk belanja pegawai, pembangunan infrastuktur, pendidikan dan kesehatan dan beberapa program strategis lainnya.
"Pendidikan gratis itu sangat tidak mungkin terjadi,"ungkap Mantan Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo.
Abisai Rollo mengatakan, jika semua anggaran difokuskan ke pendidikan gratis tersebut, maka tidak bisa melakukan pembangunan yang lainnya.
Salah satu alasan belum bisa dilaksanakan pendidikan gratis bagi semua siswa di Kota Jayapura karena ABPD masih kecil.
"APBD kita tidak mampu dan masih kecil, sehingga kita harus hitung kembali secara baik dan pembagiannya harus merata kesemua program,"ujarnya.
Kata Abisai Rollo, untuk anak-anak Port Numbay itu sudah diprogramkan bebas biaya pendidikan.
Kemudian nanti akan dihitung lagi untuk Anak Asli Papua (OAP) secara keseluruhan.
"Kalau anggaran kita cukup baru kita bisa bebaskan semuanya untuk semua siswa di Kota Jayapura,"bebernya.
Sementara itu Abisai Rollo yang maju di Pilkada Kota Jayapura berpasangan dengan H.Rustan Saru kini menawarkan sebuah program pendidikan yang strategis bagi warga Kota Jayapura.
Program yang ditawarkan juga tentu masuk akal dan pastinya menjadi harapan warga Kota Jayapura selama ini.
Adapun program tersebut yakni menghapus biaya masuk siswa saat mendaftar disekolah.
"Saya akan bebaskan uang pendaftaran masuk siswa saat mendaftar. Sekolah-sekolah nanti tidak boleh lagi berikan beban biaya kepada orang tua, semua kita gratiskan,"tegas Abisai Rollo.
Politisi Golkar ini mencontohkan, selama ini biaya masuk saat siswa mendaftar justru itu selalu membuat orang tua beban.
Bayangkan orang tua harus rela mengeluarkan biaya Rp.2-5 juta saat mendaftar.
Menurutnya, bagi orang tua yang berpendapatan cukup mereka pasti mampu, tetapi bagimana dengan masyarakat yang pendapatannya pas-passan pasti merasa beban.
"Ini nanti saya hapuskan. Ketika saya terpilih menjadi Wali Kota Jayapura semua biaya ini nanti akan ditanggung Pemerintah dan orang tua tidak boleh diberikan beban lagi,"pintanya.
Lanjut Abisai Rollo, uang pendaftaran itu yang justru mahal dan menjadi beban masyarakat selama ini.
Selain membebaskan uang pendaftaran, Abisai Rollo juga berjanji akan menghapus uang pembangunan, uang seragam dan uang buku bagi siswa.
"Semua ini akan ditanggung Pemerintah nanti. Saya juga tidak mau berjanji yang muluk-muluk, karena yang terpenting itu adalah Pemerintah hadir untuk bisa menjawab kebutuhan masyarakat di kota ini,"pungkas Abisai Rollo.(*)
Editor : Lucky Ireeuw