CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Papua, Constant Karma menyatakan sikap mendukung Bapaslon Benhur Tomi Mano dan Yermias Bisai (BTM-YES) di Pilkada Papua.
Alasannya, pasangan BTM-YES yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) itu sejalan dengan prinsip partai politik (parpol).
Kata mantan Wakil Gubernur Papua ini, parpol memiliki peran penting dalam hal pengkaderan atau kaderisasi.
Dengan kata lain, dibentuknya parpol untuk membina para kader menjadi calon pemimpin.
Golkar, kata Constant, memiliki kekuatan dalam pengkaderan.
Ini bisa dilihat dari Pileg 2024 lalu, di mana Golkar meraih kursi terbanyak di DPR Papua dengan 9 kursi, dan 6 kursi di DPRD Kota Jayapura.
Begitupula di beberapa kabupaten lainnya di Papua, para kader berkorban habis-habisan untuk membesarkan nama Golkar.
Dengan acuan ini, seharusnya Golkar mengusung kadernya sendiri di Pilkada Papua.
Namun, sebaliknya, Constant menyayangkan DPP Golkar yang memilih orang yang bukan kader, bahkan bukan berlatar belakang dari partai politik.
Menurut Constant, ini tak sejalan dengan dasar pembentukan parpol, juga tak menghargai kerja kader di daerah, khususnya di Papua.
"Kami punya kader yang hebat, baik rekam jejak maupun elektabilitas.”
“Kami sudah usulkan, tapi DPP mengabaikan itu," kata Constant Karma di Jayapura, Sabtu (21/9/2024).
Kandidat yang diusung DPP Golkar saat ini, kata Constant, bukan atas dasar pertimbangan kader-kader Golkar Papua.
Sehingga, saat pengumuman kandidat oleh DPP Kader Golkar di Papua sedikit resah.
Pasalnya keputusan tersebut bukan kandidat yang diusulkan kader Golkar Papua yang sudah berupaya melakukan lobi politik dengan DPP.
Namun, keputusan DPP justru di luar harapan para kader.
"Kita tidak tahu dasar DPP usung kandidat saat ini seperti apa, karena kami telah mengusulkan kader ke sana tapi keputusannya lain," jelasnya.
Menurut Constant, sekalipun kader Golkar dinilai tidak layak untuk diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Papua, seharusnya DPP dapat memilih kader dari partai politik lain yang sudah jelas elektabilitas dan kapabilitasnya.
Seperti halnya PDIP mengusung BTM di Pilkada Papua yang menurut Constant sudah tepat.
Sebab BTM memiliki rekam jejak yang baik.
"Tapi yang terjadi Golkar justru pilih orang yang bukan dari partai politik dasarnya apa," tandasnya.
Dengan melihat fenomena politik tersebut, diapun mengambil keputusan untuk memenangkan BTM-YES.
Diapun mengajak para kader Golkar di Papua pun juga simpatisan Golkar untuk berbalik arah mendukung BTM-YES.
"Saya mengajak kader Golkar Papua dan Simpatisan berbalik arah mendukung BTM-YES sebagai Calon Gubernur - Wakil Gubernur Papua, untuk kepastian masa depan kita bersama yang lebih baik," tegasnya.
Constant akan mempertanggungjawab keputusannya ini bila diperlukan untuk klarifikasi kepada internal partai.
Karena menurutnya lebih baik menyelamatkan prinsip partai politik dibandingkan memaksakan diri atas dasar kepentingan pribadi.
"Saya sudah puluhan tahun bekerja untuk membesarkan partai golkar, saya tidak bisa menciderai pinsip partai politik, karena dasar dibentuknya partai politik untuk membentuk kadernya menjadi pemimpin," ujarnya.
Diapun siap mengkapanyekan kemenangan BTM-YES di Pilkada Papua.
Langkah ini diambil selain karena mempertahankan prinsip parpol, tapi juga untuk pembangunan Papua yang lebih baik.
"BTM sudah teruji menjadi pemimpin dia berhasil bangun Kota Jayapura 10 tahun pun juga demikian dengan wakilnya Yermias, sehingga saya harap kader kader Golkar Papua berbalik arah dukun BTM-YES," pungkasnya. (*)
Editor : Gratianus Silas