Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Abisai Rollo: Persipura Bukan Sekadar Klub, Tapi Harga Diri dan Simbol Persatuan Orang  Papua

Yohanes Palen • Rabu, 27 Mei 2026 | 10:59 WIB
Ketua Harian Persipura, Abisai Rollo saat melihat jersey baru Persipura. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).
Ketua Harian Persipura, Abisai Rollo saat melihat jersey baru Persipura. (CEPOSONLINE.COM/HANS PALEN).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Di tengah luka kegagalan promosi dan bayang-bayang sanksi kompetisi, semangat untuk membangkitkan Persipura Jayapura justru kembali ditegaskan dalam momentum HUT ke-63 klub kebanggaan masyarakat Papua tersebut.

Ketua Harian Persipura, Abisai Rollo, menegaskan,  Persipura bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol persatuan, kebanggaan, dan harga diri bagi masyarakat di Tanah Papua.

Pernyataan itu disampaikan Abisai Rollo saat melihat peluncuran jersey baru Persipura dalam perayaan HUT ke-63 Persipura, Minggu (25/5/2026).

“Dengan usia yang ke-63 tahun ini menandakan Persipura itu masih ada dan akan tetap ada selamanya bagi masyarakat Tanah Papua,”ucap pria yang biasa disapa ABR ini.

Menurutnya, perjalanan panjang Persipura telah melewati berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan fasilitas, konflik kompetisi, hingga tekanan ekonomi. 

Namun satu hal yang tidak pernah hilang adalah loyalitas masyarakat Papua terhadap tim Mutiara Hitam tak pernah pudar.

Karena itu, ABR meminta seluruh masyarakat Papua tetap bersatu dan tidak kehilangan harapan meski Persipura gagal kembali ke Liga 1 musim ini.

“Kita tidak bisa ke Liga 1 bukan berarti gagal. Ini sukses yang tertunda,”tegas pria yang mejabat Wali Kota Jayapura ini.

Adapun pernyataan dari ABR ini menjadi sinyal bahwa manajemen Persipura belum menyerah. 

Di tengah evaluasi total yang sedang dilakukan, Persipura tetap menargetkan kebangkitan dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

ABR juga menyoroti sanksi tanpa penonton yang saat ini masih membayangi Persipura usai insiden dalam laga play-off promosi beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, hukuman tersebut tidak hanya merugikan klub, tetapi juga berdampak langsung terhadap masyarakat kecil yang selama ini hidup dari atmosfer pertandingan Persipura.

“Kalau tanpa penonton, dampaknya bukan hanya ke tim. Banyak masyarakat kecil yang juga kehilangan penghasilan saat ada pertandingan,”tegasnya.

Ia berharap PSSI dan Komite Banding dapat memberikan keputusan yang lebih bijaksana terhadap Persipura, mengingat klub asal Papua itu memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia.

“Persipura ini tim besar dan sudah lama berjuang untuk sepak bola Indonesia. Kami berharap ada kebijaksanaan dalam proses banding yang sedang berjalan,”pintanya.

ABR menilai situasi sulit yang dialami Persipura saat ini justru harus menjadi momentum memperkuat solidaritas masyarakat Papua. 

Untuk itu ia mengingatkan bahwa Persipura selama puluhan tahun telah menjadi perekat sosial di Tanah Papua, melampaui sekat suku, agama, maupun perbedaan politik.

“Persipura bukan hanya simbol sepak bola, tetapi simbol persatuan dan kebanggaan orang Papua,”tegasnya kembali.

Untuk itu pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari suporter, pemerintah, tokoh adat, hingga generasi muda Papua tetap berdiri bersama mendukung Persipura agar klub legendaris itu bisa kembali bangkit.

“Saya berharap seluruh masyarakat Tanah Papua tetap bersatu mendukung Persipura. Klub ini sudah lama menjadi kebanggaan kita bersama dan harus terus dijaga,”tutup ABR. (*).

Editor : Yohanes Palen
#orang papua #Ceposonline.com #persipura jayapura #Abisai Rollo